Partai Hanura memberikan tanggapan resmi terkait penetapan kadernya, Mardin La Ode Toke, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan dan pemerkosaan. Mardin yang menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, kini sedang menjalani proses hukum.
Ketua OKK DPP Hanura, Haris Suhud, menyatakan bahwa pihak pusat partai baru mendapatkan informasi mengenai penetapan tersangka tersebut melalui pemberitaan media. "Hingga saat ini, kami belum menerima laporan resmi dari struktur partai di tingkat daerah, baik dari DPD maupun DPC, mengenai kasus ini," jelas Haris pada Kamis (13/11/2025).
Secara tegas, DPP Hanura menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Meski demikian, partai belum mengambil langkah untuk memberikan pendampingan hukum secara langsung kepada Mardin. "Kami mendukung penuh proses hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Untuk masalah pendampingan hukum, kami belum mengambil langkah karena masih menunggu laporan resmi dari daerah," tambah Haris.
Artikel Terkait
Angkot Ugal-ugalan Tabrak Ojol di Bogor, Sopir Kabur Usai Serempet Korban
Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 1.182 Jiwa, Ratusan Ribu Masih Mengungsi
Rutan Serang Gelar Tes Urine, Semua Tahanan dan Petugas Dinyatakan Negatif
Tangsel Perpanjang Darurat Sampah, Camat hingga RW Dikerahkan