Program Makanan Bergizi Gratis untuk lansia dan penyandang disabilitas terus digodok Kementerian Sosial. Yang menarik, rencananya tak cuma sekadar bantuan makanan. Nantinya, program ini akan dilengkapi dengan kehadiran caregiver atau pendamping yang sudah tersertifikasi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyebut angka penerima manfaatnya cukup besar. Menurutnya, ada lebih dari 100 ribu lansia dan disabilitas yang akan merasakan langsung program ini.
“Sebelum ini di tahun 2025 kita punya program namanya Permakanan untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas. Permakanan Lansia ini diberikan kepada lebih dari 100.000 penerima manfaat, terutama lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendiri. Untuk disabilitas, kami salurkan sesuai usulan dari daerah, masih bisa 32.000,”
kata Gus Ipul usai agenda Doa Awal Tahun di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, awal Januari lalu.
Nah, soal pendamping ini rupanya jadi poin penting. Gus Ipul menekankan, kehadiran caregiver profesional itu bukan tanpa alasan. Faktanya, banyak lansia dan penyandang disabilitas yang harus menjalani hari-harinya sendirian. Mereka butuh bantuan.
“Ke depan ini sedang kami kaji untuk menambah caregiver, semacam pengasuh yang sudah terlatih bersertifikat sehingga bisa melayani, mendampingi, dan membantu para lansia yang tinggal sendirian,”
Artikel Terkait
Anies Baswedan dan Tiga Lapis Strategi Menuju 2029
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik