GORAJUARA – Pada hari Jumat, sutradara Bong Joon Ho mendesak polisi untuk bertanggung jawab atas kematian aktor Lee Sun Kyun.
Bahkan sekelompok orang dari industri hiburan ikut mendesak penegak hukum untuk menyelidiki tuduhan tidak tepat dalam penyelidikan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan Lee Sun Kyun.
Adapun sekelompok orang atau asosiasi yang menaruh perhatian atas kasus Lee Sun Kyun itu terdiri dari 29 serikat organisasi budaya seni dan film.
Festival Film Internasional Busan, Persatuan Sutradara Korea, Asosiasi Produksi Drama Korea dan lainnya diketahui turut ada dalam asosiasi tersebut.
Mereka juga meminta media untuk menghentikan penyebaran informasi yang tidak berdasar.
Bong Joon Ho juga mendesak pemerintah untuk meninjau kembali undang-undang untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
"Sepanjang periode dua bulan, dari awal kebocoran informasi internal mengenai penyelidikan hingga kematian aktor,
"Kami mendesak penyelidikan berwenang untuk memastikan apakah ada penyimpangan dalam prosedur kepolisian," kata Joon Ho dikutip dari Korea Times oleh GORAJUARA.
Di samping itu, Joon Ho meminta agar liputan KBS pada bulan November lalu mendapat perhatian khusus.
"Perhatian khusus harus diberikan untuk meneliti keadaan dan motif di balik liputan eksklusif KBS pada tanggal 24 November,
"Yang mencakup banyak rincian dari hasil analisis yang tepat oleh Badan Forensik Nasional, dan pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan keadaan dan tujuannya mengungkapkan informasi tersebut," tambahnya.
Baca Juga: Lee Sun Kyun Disebut Jadi Kambing Hitam atas Dugaan Kasus Narkoba, Ini Laporan dari Dispatch
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: gorajuara.com
Artikel Terkait
Polisi Klarifikasi Viral Fortuner Dikeroyok di Ciledug: Bukan Tabrak Lari, Bagian dari Penggerebekan Narkoba
Pramono Anung Lepas 45.500 Pelari Jakim 2026, Sebut Jakarta Siap Jadi Pusat Sport Tourism Dunia
Jakarta Padamkan Lampu Monas hingga Patung HI pada Rabu Malam demi Hemat Energi
Kenaikan Harga Pertamax 32 Persen Dinilai Berpotensi Picu Lonjakan Inflasi dan PHK