Frederik kemudian mengundang Pandji Pragiwaksono untuk datang langsung ke Toraja Utara. Ia berjanji akan mengajak Pandji berkeliling dan memperkenalkan budaya Toraja yang sebenarnya. Tujuannya adalah agar Pandji tidak lagi keliru dalam menyampaikan informasi tentang adat dan tradisi Toraja.
Kontroversi candaan Pandji Pragiwaksono tentang Toraja ini menjadi perhatian banyak pihak. Bupati berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi para pelaku seni agar lebih menghargai budaya lokal dan melakukan riset sebelum menciptakan konten.
Budaya Toraja dikenal kaya akan tradisi dan ritual yang sakral. Masyarakat Toraja sangat menjunjung tinggi adat istiadat leluhur. Oleh karena itu, setiap candaan yang menyangkut budaya ini dinilai tidak pantas dan dapat menyinggung perasaan.
Artikel Terkait
Ramadan 2026 Diprediksi Masih Dibayangi Hujan, Kemarau Baru Datang April-Mei
Gempa Dangkal 3,0 SR Guncang Gayo Lues di Pagi Buta
Surat Terakhir Bocah SD di Ngada: Uang untuk Buku yang Tak Pernah Terbeli
Warga Jonggol Dikhawatirkan Hanyut Saat Cari Besi di Sungai Cipamingkis