Sutoyo Abadi: Ketika Eggi Sudjana "Merapat" ke Jokowi
Pertemuan itu terjadi di Solo, awal Januari lalu. Eggi Sudjana, sang penggugat lama, bertemu dengan mantan Presiden Joko Widodo yang justru sedang ramai dibicarakan soal kasus ijazah. Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi, kemudian mengeluarkan pernyataan tertulisnya. Tanggalnya Ahad, 11 Desember 2026.
Bagi Sutoyo, momen ini jauh lebih dari sekadar urusan dua orang.
"Fenomena Eggi Sudjana dan Joko Widodo bukan cuma episode personal," katanya.
Ia menyebutnya sebagai potret telanjang. Sebuah perlawanan untuk kebenaran dan keadilan, katanya, dipaksa harus menyerah. "Ibrahnya begitu jelas," tambah Sutoyo.
"Ketika kebenaran dan keadilan telah menjadi milik kekuasaan, rakyat yang bertanya tentang kebohongan jadi wilayah terlarang. Kejahatan Jokowi yang masih dilindungi kekuasaan itu seperti sesuatu yang sakral. Dilarang untuk digugat,"
Dalam pandangannya, Jokowi selama sepuluh tahun berkuasa tak lebih dari boneka. Kekuatan di luar dirinya lah yang mengendalikan, menjual kedaulatan negara hingga akhirnya negara jatuh ke dalam kendali apa yang ia sebut sebagai "kapitalis oligarki hitam".
Yang menarik, meski begitu, tercipta sebuah gambaran yang sama sekali berbeda di permukaan.
"Yang terjadi justru tercipta kesan seolah-olah Jokowi sangat mengagumkan, admiratif," ungkap Sutoyo. "Seakan punya kehebatan luar biasa. Parahnya, sebagian masyarakat terinspirasi, merasa kagum awe-inspiring atau formidable campuran rasa hormat, kekaguman, dan ketakutan."
Proses formidable itulah, katanya, yang menggambarkan seseorang yang tangguh dan sulit dikalahkan, sekaligus mengintimidasi. Padahal, tegas Sutoyo, Jokowi menyandang stigma pembohong dan penipu. Tapi memperkarakan keabsahan ijazahnya, saat masih menjabat atau baru lengser, tetap jadi wilayah paling sensitif.
Artikel Terkait
Dunia Waspada: Langkah Trump ke Venezuela Buka Luka Lama Pengaruh Global AS
Trump Beri Ultimatum ke Kuba: Buat Kesepakatan, atau Hadapi Konsekuensi
Iran: Ratusan Ambulans Hancur, Kerugian Capai Jutaan Dolar
Jalur Peureulak-Lokop Kembali Dibuka, Akses Darurat Pulih Setelah Banjir Bandang