Sutoyo Abadi: Ketundukan Eggi Sudjana dan Rahasia Angpao di Balik Jokowi

- Minggu, 11 Januari 2026 | 14:00 WIB
Sutoyo Abadi: Ketundukan Eggi Sudjana dan Rahasia Angpao di Balik Jokowi

Lalu, bagaimana dengan kedatangan Eggi Sudjana?

"Itu bukan cuma gestur personal belaka," tandasnya. "Dalam konteks perjuangan membela kebenaran, tindakan itu sarat simbol kekalahan. Ketertundukan. Seseorang yang selama ini dianggap pemberaninya perlawanan, tiba-tiba tersungkur. Dicap pengecut, bahkan penghianat."

Ini memunculkan pertanyaan besar. Jokowi yang sudah seperti "bebek lumpuh", apa benar masih dianggap figur sakti dan tak tersentuh? Ternyata, menurut Sutoyo, rahasianya ada di balik bayangan hebat itu. Selama berkuasa, Jokowi cuma boneka yang telah menjelma jadi bagian dari imperium pemilik "Angpao" sebagai magnet sentralnya.

"Ketertundukan Eggi Sudjana merapat ke Jokowi patut diduga bukan cuma soal minta maaf atas perlawanannya selama ini," ungkap Sutoyo. "Pasti ada negosiasi lain. Dengan sosok atau figur imperium pemilik Angpao itu."

Ia mengingatkan, semua pihak harus waspada. Sergapan "angpao" oleh oligarki sudah menjamah ke mana-mana, menyentuh pejabat negara. Mereka, katanya, tega menjual kedaulatan.

"Sejarah akan mencatat, mereka yang tetap berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan itu seperti memegang bara api. Itu nash ilahiyah,"

Tapi justru dari merekalah, wajah asli kekuasaan yang jahil akan terlihat jelas.

Terakhir, Sutoyo menegaskan soal ucapan Eggi Sudjana yang memuji Jokowi dengan kata "Cerdas, Berani, Militan". Baginya, itu adalah anding. Perlawanan Eggi Sudjana sudah berakhir. Tak perlu penjelasan panjang lebar lagi.

Semua dampak pada reputasinya, biar ditanggung sendiri.


Halaman:

Komentar