Kursi pelatih kepala Timnas Wanita Indonesia masih kosong. Situasi ini tentu saja bikin penasaran banyak pihak, mulai dari penggemar sampai para pemainnya sendiri. Mereka menunggu, siapa yang akan memimpin Garuda Pertiwi ke depan.
Zahra Muzdalifah, salah satu pilar tim, punya pandangan sendiri soal kriteria pelatih yang ideal. Bagi Zahra, sosok yang dibutuhkan harus tegas dan serius, terutama saat sudah berada di lapangan. Ketegasan itu penting, katanya, agar semua rencana dan tujuan tim bisa berjalan mulus.
“Yang paling penting itu bisa berpikir gimana caranya memasang pemain. Pemain itu kan bisa dibilang 11-12, masing-masing punya kelebihan A dan kelebihan B,” ujar Zahra di Lapangan Sangego, Tangerang, Minggu (11/1).
Mantan pemain Cerezo Osaka itu punya analogi yang menarik. Ia menggambarkan peran pelatih itu mirip seperti seorang koki.
“Lalu, gimana caranya pelatih bisa… apa ya namanya, seperti seorang koki punya banyak bahan, dan tahu gimana cara mengolah semuanya dengan baik. Itu, sih,” ucapnya.
Intinya, seorang juru taktik harus jago mengolah beragam karakter dan kemampuan pemain menjadi satu kesatuan yang solid.
Nah, soal gender pelatih, Zahra punya pendapat yang cukup terbuka. Ia sangat mendukung kemungkinan seorang wanita memimpin skuad nasional. Tapi, ia juga realistis.
Artikel Terkait
CSIS Soroti Dampak Terbatas Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Hanya 2% Ekspor Terfasilitasi
Kemenhaj: 162 Ribu Dokumen Haji Diproses, Target Selesai Awal Maret
DKI Jakarta Tambah 63 Sekolah Swasta Gratis, Mulai Juli 2026
Pakistan Lancarkan Serangan Udara ke Afghanistan, Menteri Pertahanan Sebut Perang Terbuka