Zahra Muzdalifah Bocorkan Resep Pelatih Ideal untuk Garuda Pertiwi

- Selasa, 13 Januari 2026 | 13:06 WIB
Zahra Muzdalifah Bocorkan Resep Pelatih Ideal untuk Garuda Pertiwi

Kursi pelatih kepala Timnas Wanita Indonesia masih kosong. Situasi ini tentu saja bikin penasaran banyak pihak, mulai dari penggemar sampai para pemainnya sendiri. Mereka menunggu, siapa yang akan memimpin Garuda Pertiwi ke depan.

Zahra Muzdalifah, salah satu pilar tim, punya pandangan sendiri soal kriteria pelatih yang ideal. Bagi Zahra, sosok yang dibutuhkan harus tegas dan serius, terutama saat sudah berada di lapangan. Ketegasan itu penting, katanya, agar semua rencana dan tujuan tim bisa berjalan mulus.

“Yang paling penting itu bisa berpikir gimana caranya memasang pemain. Pemain itu kan bisa dibilang 11-12, masing-masing punya kelebihan A dan kelebihan B,” ujar Zahra di Lapangan Sangego, Tangerang, Minggu (11/1).

Mantan pemain Cerezo Osaka itu punya analogi yang menarik. Ia menggambarkan peran pelatih itu mirip seperti seorang koki.

“Lalu, gimana caranya pelatih bisa… apa ya namanya, seperti seorang koki punya banyak bahan, dan tahu gimana cara mengolah semuanya dengan baik. Itu, sih,” ucapnya.

Intinya, seorang juru taktik harus jago mengolah beragam karakter dan kemampuan pemain menjadi satu kesatuan yang solid.

Nah, soal gender pelatih, Zahra punya pendapat yang cukup terbuka. Ia sangat mendukung kemungkinan seorang wanita memimpin skuad nasional. Tapi, ia juga realistis.

“Oh, jelas. Tapi mungkin untuk cari pelatih pria saja menurut aku masih agak sulit. Jadi kalau untuk pelatih wanita, kayaknya memang harus pelan-pelan, step by step,” kata Zahra.

“Tapi, jelas aku sangat support kalau kita bisa punya setidaknya pelatih kepala wanita. Menurut aku itu keren banget, karena di luar negeri itu sudah ada, jadi kenapa kita nggak bisa?” sambungnya.

Di sisi lain, Zahra mengingatkan satu hal penting. Menurutnya, tidak semua mantan pemain bola punya bakat jadi pelatih. Peran itu butuh pola pikir dan mentalitas yang benar-benar khusus.

“Maksud aku, kalau mereka mau jadi pelatih ya kenapa tidak? Bahkan aku juga kalau mau jadi pelatih, aku bisa saja. Tapi itu tergantung orangnya,” katanya.

“Karena kadang ada pemain yang sebenarnya bagus sebagai pemain, tapi mereka nggak punya pola pikir untuk jadi pelatih. Jadi menurut aku, nggak semua pemain bisa jadi pelatih,” pungkas Zahra.

Sementara ini, posisi pelatih interim Garuda Pertiwi dipegang oleh Akira Higashiyama. Pelatih asal Jepang itu akan menangani tim di SEA Games 2025 mendatang. Sebelumnya, dia sudah punya pengalaman memimpin timnas wanita kelompok usia di beberapa turnamen seperti Piala AFF Wanita U-19 dan Kualifikasi Piala Asia Wanita U-20.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar