Hamas Buka Peluang Serahkan Senjata, Asal Pendudukan Israel Berakhir

- Minggu, 07 Desember 2025 | 16:50 WIB
Hamas Buka Peluang Serahkan Senjata, Asal Pendudukan Israel Berakhir

Gaza. Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari pimpinan Hamas di Jalur Gaza. Khalil al-Hayya menyatakan, organisasinya bersedia menyerahkan senjata. Syaratnya satu: pendudukan Israel harus benar-benar berakhir.

Pernyataan itu disampaikan Khalil dalam sebuah wawancara khusus dengan Al Jazeera, Sabtu lalu.

"Senjata kami ada karena ada pendudukan dan agresi. Kalau pendudukan itu berakhir, ya senjata ini akan kami serahkan kepada negara," tegasnya.

Namun begitu, dia juga mengingatkan bahwa soal senjata ini masih jadi bahan pembahasan yang alot. "Masih dibicarakan dengan faksi-faksi lain dan para mediator. Kesepakatan yang ada pun masih sangat awal," imbuh Khalil, menambahkan nuansa realitis pada gagasan besarnya.

Di sisi lain, di lapangan, aktivitas pencarian terus berjalan. Menurut al-Hayya, area-area baru akan dimasuki pada hari Ahad untuk mencari jasad sejumlah tawanan pihak Israel.

Mengenai situasi kemanusiaan, nada suaranya berubah. Dia mengkritik keras kondisi selama gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober itu. Israel, katanya, masih menghalangi masuknya material-material tertentu ke Gaza. "Seolah-olah kita masih berperang," ucapnya dengan nada kesal.

"Kami sama sekali tidak puas dengan jumlah bantuan yang masuk. Kami mendesak para mediator untuk turun tangan," serunya.

Pernyataan tentang penyerahan senjata ini tentu menarik. Sebab, Hamas punya sejarah panjang menolak ide pelucutan senjata. Bagi mereka, itu adalah garis merah yang tak boleh disentuh.

Sementara itu, Israel punya tuntutan yang justru berkebalikan. Mereka bersikeras bahwa pelucutan senjata Hamas dan kelompok Palestina lain di Gaza adalah syarat mutlak untuk masuk ke fase kedua perjanjian gencatan. Sebuah jalan buntu yang klasik.

Pewarta: Xinhua

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler