"Awalnya air yang masuk hanya setinggi betis, namun karena dorongan air dari belakang sangat kencang, tembok belakang rumah tidak kuat menahan tekanan," ujar Naza yang ditemui di lokasi kejadian.
Kondisi Rumah Saat Tembok Ambruk
Naza mengungkapkan bahwa sebelum tembok rumahnya ambruk, ia dan ibunya sedang membersihkan rumah sang nenek yang berada tepat di sebelah rumah mereka. Mereka sama sekali tidak menduga bahwa tembok kamarnya akan ikut jebol diterjang air.
"Air awalnya hanya merembes melalui bolongan rumah, sekitar setinggi mata kaki. Kemudian saat menjelang magrib, pintu tertutup sendiri. Awalnya saya kira ayah yang menutup, tapi setelah dicek ternyata tembok sudah jebol. Seluruh isi kamar terendam air dan barang-barang mengambang," jelas Naza menceritakan detik-detik kejadian.
Kejadian tanggul jebol di Baswedan ini menyisakan pekerjaan rumah bagi warga Jati Padang yang harus memperbaiki kerusakan properti akibat banjir dan memastikan keamanan infrastruktur tanggul di wilayah mereka.
Artikel Terkait
Rangkaian Bunga Penuh Duka Memenuhi Rumah Eyang Meri, Istri Hoegeng
BNPB Waspadai Siklus Kering 2027, Ancaman Karhutla Besar Bisa Kembali
BNPB Terbatas Dana Mitigasi, Andalkan Pinjaman Spanyol untuk Hadapi Banjir dan Longsor
Trump Tuntut Harvard Bayar Denda Fantastis Rp 16,7 Triliun