Pasukan Putih DKI: 584 Tenaga Medis Turun Tangan, Layanan Gratis Hingga ke Pelosok Jakarta!

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 00:35 WIB
Pasukan Putih DKI: 584 Tenaga Medis Turun Tangan, Layanan Gratis Hingga ke Pelosok Jakarta!

Pasukan Putih DKI Jakarta: 584 Tenaga Medis Diterjunkan untuk Layanan Kesehatan Gratis

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi melepas 584 tenaga kesehatan yang tergabung dalam "Pasukan Putih" untuk memberikan layanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Pelepasan ditandai dengan pemasangan rompi putih kepada perwakilan pasukan di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Fokus Pelayanan pada Kelompok Rentan

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa tugas utama Pasukan Putih adalah memberikan pelayanan terbaik kepada kelompok rentan seperti lansia, difabel, dan warga kurang mampu. "Di mana saja mereka yang membutuhkan kehadiran saudara-saudara sekalian, maka saudara-saudara sekalian harus hadir," tegas Pramono.

Sentuhan Personal Jadi Kekuatan Utama

Pramono mengungkapkan bahwa kekuatan Pasukan Putih terletak pada kemampuan memberikan sentuhan personal langsung kepada masyarakat. "Sentuhan personal, memandang penuh mata yang berbinar-binar yang ingin menyelesaikan segala persoalan di masyarakat, itulah yang menjadi kekuatan pasukan putih," ujarnya.

Tenaga Medis Terlatih Siap Bertugas

Seluruh anggota Pasukan Putih telah menerima pelatihan kesehatan yang memadai sebelum diterjunkan ke masyarakat. Gubernur menyatakan bahwa pelatihan tersebut sudah waktunya untuk dipraktikkan langsung di lapangan guna meningkatkan kesejahteraan kesehatan warga Jakarta.

Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

Semua layanan kesehatan yang diberikan Pasukan Putih bersifat gratis. Masyarakat dapat mengakses layanan ini melalui dasawisma atau dengan datang langsung ke puskesmas pembantu terdekat di wilayah masing-masing.

Kehadiran Pasukan Putih diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan kedamaian bagi masyarakat Jakarta, khususnya kelompok lansia dan difabel yang membutuhkan perhatian kesehatan khusus.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar