Mahasiswi Unhas Ditemukan Tewas Usai Diduga Lompat dari Gedung Kampus, Sempat Kirim Pesan Suara ke Teman

- Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB
Mahasiswi Unhas Ditemukan Tewas Usai Diduga Lompat dari Gedung Kampus, Sempat Kirim Pesan Suara ke Teman

Seorang mahasiswi Universitas Hasanuddin (Unhas) Fakultas Teknik angkatan 2024 ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari gedung kampus. Korban sempat mengirimkan pesan suara atau voice note kepada temannya sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

Kepala Bagian Humas Unhas, Ishaq Rahman, mengungkapkan bahwa insiden tersebut berlangsung di Kampus Fakultas Teknik Unhas yang berlokasi di Jalan Malino, Kabupaten Gowa, pada Senin, 18 Mei. Peristiwa ini pertama kali diketahui setelah seorang mahasiswa melapor kepada petugas keamanan kampus.

"Semalam, sekitar pukul 20.00 Wita, sekuriti di pos 1 FT atas nama Ardiansyah dan Joni didatangi oleh seorang mahasiswa yang meminta dipanggilkan ambulans, karena ada temannya yang jatuh dari lantai 1, kata pelapor diduga melompat," ujar Ishaq, Selasa, 19 Mei 2026.

Petugas keamanan kemudian menghubungi rekannya yang sedang berpatroli di sekitar lokasi. Korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Yafika, tetapi nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

"Jadi orang tua dan teman korban ke rumah sakit," jelasnya.

Sementara itu, sebelum kejadian, korban sempat mengirimkan pesan suara kepada seorang teman. Isi pesan tersebut kemudian diteruskan kepada orang tua korban.

"Orang tuanya juga ke kampus mencari korban bersama teman korban, tapi tidak ketemu. Ketika orang tuanya dan teman korban yang lain ini ke pos sekuriti untuk minta kunci ke gedung, mau mencari ke dalam, sekuriti mengabarkan bahwa ada korban tadi ditemukan, sekarang dibawa ke Rumah Sakit Yafika," paparnya.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda kepada pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar