Langkah Pemerintah Amerika Serikat merilis kumpulan dokumen rahasia terkait penampakan objek terbang tak teridentifikasi (UFO) menuai kritik tajam. Bukan karena substansi isinya, melainkan karena momen perilisannya dinilai sebagai upaya pengalihan isu dari kasus besar yang belum tuntas: skandal seks Jeffrey Epstein.
Departemen Pertahanan AS atau Pentagon, pada Jumat (8/5) pagi waktu setempat, mengumumkan publikasi sebanyak 162 dokumen rahasia yang mendokumentasikan laporan penampakan UFO. Dokumen-dokumen tersebut tidak hanya berasal dari Pentagon, melainkan juga dari Biro Investigasi Federal (FBI), Departemen Luar Negeri, dan Badan Antariksa AS (NASA). Seluruh arsip itu kini dapat diakses publik melalui situs resmi Pentagon.
Namun, langkah yang semestinya menjadi terobosan transparansi itu justru disambut sinisme dari kalangan politisi. Marjorie Taylor Greene, mantan anggota parlemen dari Partai Republik yang pernah menjadi sekutu Donald Trump, menjadi salah satu pengkritik paling vokal. Melalui pernyataan di media sosial X, ia melontarkan kecamannya.
“Saya sangat muak dengan propaganda ‘lihat objek berkilau’ sementara mereka mengobarkan perang di luar negeri, membiarkan pemerkosa dan pedofil berkeliaran bebas, dan merusak nilai dolar kita,” tulis Greene dengan nada geram.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak akan terkesan kecuali pemerintah benar-benar menampilkan alien hidup atau mengakui fakta yang selama ini disembunyikan. “Kecuali mereka menampilkan alien hidup dan menguji coba UFO atau benar-benar mengakui apa yang kita ketahui sebenarnya, maka saya punya hal yang jauh lebih baik dilakukan pada hari Jumat ini,” imbuhnya.
Dalam pernyataan yang sama, Greene secara spesifik menyoroti ketidakselesaan pemerintah dalam menangani dokumen kasus Epstein. Ia menuding pemerintahan Trump, yang mengklaim sebagai “pemerintahan paling transparan dalam sejarah”, masih belum merilis seluruh dokumen Epstein atau menangkap satu pun pelaku. “Tetapi mereka merilis beberapa dokumen UFO hari ini sehingga Anda akan sangat bersemangat sehingga lupa bahwa Anda membayar lebih dari US$ 4,50 per galon karena mereka sedang berperang lagi di luar negeri,” sindirnya.
Greene merupakan salah satu dari segelintir politisi Partai Republik di DPR AS yang konsisten mendorong dirilisnya dokumen kasus Epstein secara penuh. Sementara itu, Departemen Kehakiman AS (DOJ) di bawah kepemimpinan Trump memang telah merilis dokumen terkait Epstein, tetapi secara bertahap dan dengan banyak bagian yang disensor. Padahal, Undang-undang Transparansi Dokumen Epstein secara tegas memerintahkan publikasi seluruh dokumen secara serentak.
Di sisi lain, sindiran Greene mengenai harga bahan bakar merujuk pada lonjakan tajam harga bensin di AS yang dipicu oleh pecahnya perang dengan Iran. Situasi ekonomi yang memburuk itu menjadi latar belakang yang memperkuat kecurigaan bahwa publikasi dokumen UFO hanyalah alat pengalih perhatian.
Menanggapi kritik tersebut, Trump justru menyambut baik publikasi dokumen rahasia itu. Dalam pernyataannya, ia bahkan menyindir pemerintahan AS sebelumnya yang dinilainya tidak transparan mengenai fenomena UFO. “Sementara pemerintahan-pemerintahan sebelumnya gagal bersikap transparan mengenai masalah ini, dengan dokumen dan video baru ini, masyarakat dapat memutuskan sendiri, ‘APA YANG SEBENARNYA TERJADI?’” ujar Trump.
Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: UBS Turun Tipis, Galeri24 Naik, Antam Stabil
DPR Tolak Inisiatif Pemerintah dalam Revisi UU Pemilu, Pilih Rumuskan Sendiri Aturan Pascaputusan MK
Polisi Bongkar Markas Judi Online Terbesar, 321 WNA Diamankan di Jakarta Barat
Mardani Ali Sera Kritik Sikap PDIP yang Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah