IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Analis Rekomendasikan Akumulasi Saham saat Koreksi

- Minggu, 10 Mei 2026 | 08:20 WIB
IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Analis Rekomendasikan Akumulasi Saham saat Koreksi

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diperkirakan masih berada dalam tekanan, dengan potensi koreksi yang membayangi rentang 6.645 hingga 6.838. Meskipun demikian, skenario terbaik tetap membuka peluang penguatan menuju level 7.207 hingga 7.418.

Berdasarkan riset MNC Sekuritas, IHSG pada pekan lalu ditutup melemah 2,86 persen ke posisi 6.969. Pelemahan tersebut masih didominasi oleh meningkatnya tekanan jual di pasar. Dalam kerangka waktu mingguan, indeks sebenarnya masih mencatat penguatan tipis sebesar 0,18 persen, namun dominasi tekanan jual tetap menjadi perhatian utama para pelaku pasar.

Untuk perdagangan Senin, level support IHSG berada di 6.921 dan 6.838, sementara level resistance terpantau pada 7.207 dan 7.323. Analis merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, terutama dengan strategi akumulasi saat pelemahan.

Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (AADI) menjadi salah satu yang direkomendasikan untuk dibeli saat melemah. Saham ini terkoreksi 3,33 persen ke Rp9.425 dan masih didominasi tekanan jual. Secara teknikal, posisi AADI diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave B pada label hitam, atau wave [iv] pada label merah. Target harga berada di rentang Rp10.225 hingga Rp10.825, dengan level stoploss di bawah Rp9.200.

Sementara itu, saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) juga masuk dalam daftar rekomendasi. Saham ini terkoreksi 4,84 persen ke Rp472 dan disertai munculnya tekanan jual. Posisi BULL saat ini diperkirakan berada pada bagian akhir dari wave (1) dari wave [C]. Target harga saham ini diproyeksikan mencapai Rp505 hingga Rp545, dengan stoploss di bawah Rp432.

Di sisi lain, saham PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) justru mencatat penguatan 5,60 persen ke Rp660. Meskipun demikian, penguatan tersebut masih tertahan oleh rata-rata pergerakan harga dalam 60 dan 200 hari. Posisi MAPA diperkirakan berada pada bagian awal dari wave [iii] dari wave 3 pada label hitam, atau wave (E) triangle pada label merah. Target harga untuk saham ini adalah Rp695 hingga Rp725, dengan stoploss di bawah Rp605.

Terakhir, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengalami koreksi signifikan sebesar 13,89 persen ke Rp5.425. Tekanan jual yang muncul cukup kuat, dan posisi INCO saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave v dari wave (i). Target harga saham ini berkisar antara Rp5.925 hingga Rp6.175, dengan stoploss di bawah Rp5.050.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar