Malam masih pekat di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 00.57 WIB. Suasana bukan lagi sepi tapi hiruk-pikuk yang mencekam. Petugas dari Basarnas, TNI, Polri, sampai PMI masih berjibaku di lokasi. Mereka tak berhenti. Proses evakuasi korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terus berlangsung.
Nah, yang paling jadi fokus sekarang adalah gerbong wanita. Itu titik paling parah. Dari luar, kelihatan banget bagaimana petugas mulai merangsek masuk. Mereka menengok ke dalam, satu per satu, menyisir bagian yang hancur. Langit-langit gerbong jadi salah satu area yang mereka telusuri mungkin karena banyak puing yang menghalangi.
Di sisi lain, peralatan berat mulai dikerahkan. Ada alat-alat yang dipakai buat mengangkat kerusakan gerbong, terutama di bagian yang bertabrakan langsung dengan lokomotif KA Argo Bromo. Dari kejauhan, terdengar suara besi berderit. Suasana memang tegang, tapi petugas tetap sigap.
Menurut sejumlah saksi di lokasi, sempat ada satu korban yang berhasil dikeluarkan dari dalam gerbong. Seorang laki-laki. Dia pakai seragam KAI warna biru dongker. Kondisinya sadar, tapi lemas banget. Begitu keluar, petugas langsung berteriak minta oksigen dan itu bukan sekali dua kali. Suara minta oksigen terdengar bolak-balik di tengah malam.
Proses evakuasi memang tidak mulus-mulus amat. Kadang petugas harus berhenti, menunggu tandu atau kasur. Mereka juga sering minta bantuan buat bawa peralatan. Tapi yang jelas, mobil ambulans sudah berjejer di depan pintu stasiun. Siap siaga. Begitu korban berhasil dievakuasi dari dalam kereta, langsung dibawa ke luar.
Semua bergerak. Tapi masih panjang. Masih banyak yang harus disisir.
Artikel Terkait
Tabrakan KRL dan Kereta Argo Bromo di Bekasi Timur, Kapolda Metro Jaya Turun Langsung ke Lokasi
Tiga Atlet Tembus Batas Dua Jam di London Marathon, Cetak Rekor Dunia Baru
KNKT Dilibatkan Usut Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi: 71 Luka, 4 Tewas