Rencana pengiriman beras untuk jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi digadang-gadang bakal kandas. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menyebut ekspor ribuan ton beras oleh Perum Bulog itu menghadapi kendala serius. Penyebabnya? Situasi panas di Timur Tengah.
Gus Irfan mengungkapkan hal ini dalam sebuah rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu lalu. Rapat itu digelar di Senayan, Jakarta Pusat.
"Bulog sebenarnya sudah mengapalkan sekitar 2.200 ton beras di awal Ramadan," ujarnya.
Tapi nasib berkata lain. Hanya berselang dua hari setelah kapal berangkat, konflik meletus.
Menurut Gus Irfan, perang antara AS-Israel dan Iran yang memanas di kawasan Teluk menjadi penghalang besar. Kondisi itu membuat pengiriman berpotensi besar untuk tidak bisa dilanjutkan.
"Jadi kemungkinan besar, berasnya tidak akan bisa diberangkatkan," tambahnya.
Meski rencana ekspor beras terancam gagal, ada kabar yang sedikit menenangkan. Gus Irfan memastikan bahwa persediaan makanan siap saji untuk para jemaah sudah disiapkan. Jadi, setidaknya dari sisi logistik makanan instan, keperluan jemaah masih bisa terpenuhi.
Namun begitu, rencana awal untuk menyediakan beras sebagai bahan pangan pokok tampaknya harus tertunda. Semuanya tergantung pada bagaimana situasi keamanan di kawasan itu berkembang. Kita tunggu saja kelanjutannya.
Artikel Terkait
Pemuda 19 Tahun Tersangka Pembunuh Siswi SD di Makassar Coba Kelabui Polisi dengan Pura-pura Ribut saat Olah TKP
GEMURA Kritik Perdebatan Bantuan Kurban Presiden, Minta Publik Jaga Etika Demokrasi
Prabowo ke Macron: Stabilitas Timur Tengah Kunci Energi Global, Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Prabowo Disambut Kenegaraan di Élysée, Penuhi Undangan Balasan untuk Macron