Kereta Purwojaya Terlantar Dua Jam di Stasiun Jatinegara Akibat Tabrakan KRL dan KRD di Bekasi Timur

- Selasa, 28 April 2026 | 00:05 WIB
Kereta Purwojaya Terlantar Dua Jam di Stasiun Jatinegara Akibat Tabrakan KRL dan KRD di Bekasi Timur

Kereta Purwojaya rute Gambir-Cilacap akhirnya harus merana di Stasiun Jatinegara. Bukan cuma sebentar, tapi sampai dua jam lamanya. Semua ini gara-gara tabrakan antara KRL Commuter Line sama KRD jarak jauh yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Suasananya tegang, penumpang mulai gelisah.

Dari pengeras suara, petugas stasiun coba menenangkan. Mereka ngasih opsi: kalau mau batalin perjalanan, tiket bisa dikembalikan. Penumpang pun mulai berpikir, ada yang memilih turun, ada juga yang bertahan.

Kereta ini berhenti sejak jam 21.15 WIB. Sampai pukul 23.32 WIB, belum ada kepastian kapan jalan lagi. Bayangin, nunggu lebih dari dua jam di dalam gerbong, tanpa info yang jelas. Pasti bikin kesel, ya.

Nah, soal pengembalian tiket, petugas bilang refund-nya 100 persen. Tapi ada syaratnya: tiket harus dikembalikan maksimal tujuh hari setelah tanggal keberangkatan. Lokasinya bisa di stasiun besar kayak Jatinegara, Pasar Senen, atau Bekasi.

"Tiket bisa dikembalikan 7 hari dari tanggal keberangkatan, bisa dikembalikan di stasiun Jatinegara, Pasar Senen maupun Bekasi, atas ketidaknyamanannya. Mohon maaf sebesar-besarnya," begitu kata petugas lewat pengeras suara. Suaranya terdengar sedikit bergetar, mungkin karena situasi yang memang nggak mudah.

Di peron Stasiun Jatinegara, menurut pantauan, beberapa penumpang Purwojaya bolak-balik keluar. Mereka nanya ke petugas, cari kepastian. Ada yang cemas, ada yang cuma gelisah mondar-mandir. Sementara itu, sebagian penumpang lain memilih bertahan di dalam kereta. Mereka duduk diam, mungkin pasrah, atau sekadar nunggu kabar baik.

Di sisi lain, jalur commuter line arah Bekasi perlahan mulai normal lagi. Tapi ya gitu, kadang keretanya berhenti lagi, nunggu antrean. Lumayan macet, tapi setidaknya mulai bergerak. Situasi memang belum sepenuhnya pulih, tapi setidaknya ada sedikit harapan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar