Angin Puting Beliung Terjang Brebes, Puluhan Rumah Rusak dan Listrik Padam Total

- Senin, 27 April 2026 | 20:30 WIB
Angin Puting Beliung Terjang Brebes, Puluhan Rumah Rusak dan Listrik Padam Total
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa manusiawi, sesuai dengan teknik yang diminta:

BREBES – Sore itu, langit di atas Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba, tiba-tiba berubah gelap. Angin datang bukan main kencangnya. Hanya dalam hitungan menit, puluhan rumah di sana porak-poranda. Satu rumah bahkan roboh total.

Kejadiannya hari Senin, 27 April 2026. Waktu itu lagi gerimis. Tapi angin puting beliung yang muncul bikin suasana langsung mencekam. Warga berlarian, panik, nggak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.

Menurut penuturan saksi di lokasi, angin berputar dari arah selatan lalu membabi buta ke barat. Material atap kebanyakan seng terbang seperti kertas. Ironisnya, lembaran-lembaran seng itu mendarat di kabel listrik milik PLN yang melintang di atas pemukiman. Akibatnya? Listrik di seluruh desa padam total. Gelap gulita.

Untuk membersihkan kabel dari seng-seng yang menyangkut, petugas sampai harus mendatangkan satu unit mobil crane. Nggak main-main, soalnya situasinya cukup berbahaya. Selain seng, ratusan genteng rumah warga juga ikut beterbangan. Hancur berantakan.

Sahrir, warga setempat yang melihat kejadian itu langsung dari dekat, masih gemetar saat menceritakannya.

"Anginnya kencang sekali, berputar. Selain atap seng yang terbang, ada satu rumah warga yang roboh. Atap genteng rumah lainnya juga ikut rontok dibawa angin," ujarnya.

Begitu angin reda, petugas dari BPBD Brebes dan Polsek Bulakamba langsung turun tangan. Mereka membantu warga membersihkan puing-puing. Nggak cuma itu, pendataan kerugian juga mulai dilakukan.

Hingga malam harinya, warga dan petugas masih bergotong-royong memperbaiki atap secara darurat. Soalnya, cuaca masih belum bisa ditebak. Kadang gerimis, kadang angin kencang lagi. Belum ada laporan korban jiwa, syukurlah. Tapi kerugian materi? Ditaksir sudah mencapai ratusan juta rupiah.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar