Dominik Szoboszlai Alami Musim Tanpa Gelar Pertama dalam Karier Setelah Liverpool Tersingkir

- Senin, 20 April 2026 | 22:30 WIB
Dominik Szoboszlai Alami Musim Tanpa Gelar Pertama dalam Karier Setelah Liverpool Tersingkir

Musim 2025/2026 ini bakal dikenang Dominik Szoboszlai dengan rasa getir. Untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya, gelandang Hungaria itu dipastikan mengakhiri satu tahun kompetisi tanpa membawa pulang satu pun piala. Sebuah pengalaman yang benar-benar asing baginya.

Kepastian pahit itu datang setelah Liverpool tersingkir dari Liga Champions. Mereka dibekuk Paris Saint-Germain dengan agregat telak, 0-4. Kekalahan itu sekaligus menutup semua peluang terakhir mereka untuk meraih gelar musim ini. Ya, tangan kosong.

Padahal, kalau kita lihat ke belakang, Szoboszlai itu hampir seperti magnet trofi. Sejak awal kariernya di Red Bull Salzburg, pemain 25 tahun ini terbiasa menang. Dia merajai Bundesliga Austria dan Piala Austria berulang kali. Tradisi juara itu terus berlanjut saat dia pindah ke RB Leipzig, di mana dia dua kali mengangkat DFB-Pokal.

Bahkan saat pertama kali bergabung dengan Liverpool pada 2023, kontribusinya langsung terasa. Szoboszlai turut andil mengangkat Carabao Cup 2024 dan menjadi bagian penting dari skuad yang menjuarai Premier League musim lalu. Tapi musim ini, ceritanya lain. Semuanya serba tak beres.

Liverpool lebih dulu tersingkir di Carabao Cup. Lalu, giliran FA Cup yang kandas di perempat final. Di liga, performa tim naik-turun, jauh dari konsistensi yang dibutuhkan untuk mempertahankan mahkota. Perlahan-lahan, harapan itu pun memudar.

Menurut sejumlah analisis, termasuk dari The Athletic, inkonsistensi itu jadi masalah utama. Lini belakang yang kerap bobol ditambah ketajaman mematikan PSG di Eropa, jadinya ya seperti ini. Sulit sekali untuk bertahan.

Manajer Arne Slot pun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

“Ini musim yang sulit,” ujarnya, seperti dikutip media. “Kami punya peluang, tapi kegagalan di Liga Champions ini mengonfirmasi bahwa kami akan mengakhiri musim dengan tangan kosong.”

Bagi Szoboszlai, ini lebih dari sekadar kegagalan tim. Ini adalah tamatnya sebuah rekor pribadi yang selama ini selalu terjaga. Namun begitu, masih ada satu target konkret yang harus diperjuangkan: mengamankan posisi empat besar. Setidaknya, untuk memastikan Liverpool masih bisa bernapas di Liga Champions musim depan. Tantangan baru sudah menunggu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar