322 Petugas Haji Indonesia Tiba di Madinah, Siap Hadapi Puncak Ibadah

- Sabtu, 18 April 2026 | 23:15 WIB
322 Petugas Haji Indonesia Tiba di Madinah, Siap Hadapi Puncak Ibadah

Ridho Dwi Putranto


TVRINews, Jakarta

Petugas daerah kerja Madinah siap kawal kedatangan perdana jemaah dan siaga hadapi fase puncak haji.

Sabtu lalu, tepatnya 18 April 2026, suasana di bandara dipenuhi semangat. Sebanyak 322 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akhirnya diberangkatkan ke Tanah Suci. Mereka ini adalah tulang punggung gelombang pertama, yang tugasnya jelas: memperkuat layanan untuk jemaah haji Indonesia di tanah rantau.

Keseluruhan petugas yang berangkat hari itu berasal dari Daerah Kerja Madinah. Mereka tak punya waktu lama untuk beradaptasi. Begitu tiba, mereka langsung harus terjun memastikan operasional layanan, terutama untuk menyambut jemaah yang baru pertama kali menginjakkan kaki di kota Nabi.

Dalam sambutannya, Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprodjo, punya pesan sederhana tapi krusial. Ia mengingatkan semua petugas untuk benar-benar menjaga kondisi fisik. Tantangan sesungguhnya, menurutnya, bakal datang belakangan.

“Siapkan fisik dengan baik. Kegiatan di lapangan membutuhkan stamina yang kuat, terutama saat fase Armuzna nanti,” tegas Chandra saat melepas keberangkatan.

Fase yang ia maksud adalah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Itu adalah momen-momen paling melelahkan, baik bagi jemaah maupun petugas.

Peringatan serupa datang dari Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid. Ia menegaskan, sukses tidaknya haji tahun ini sangat bergantung pada bagaimana petugas mengendalikan situasi di lapangan. Sikap pasif bukanlah pilihan.

“Baik buruknya pelaksanaan haji ini tergantung bagaimana kita mengendalikan. Kalau berhasil (di lapangan), maka pengendaliannya berhasil,” ujar Harun.

Strategi Penempatan yang Dinamis

Sebelum terbang, seluruh petugas telah digembleng di Asrama Haji Jakarta. Pembekalan intensif sejak Jumat (17/4) itu fokus pada kesiapan teknis dan skema penugasan yang luwes, mengikuti kondisi di lapangan.

Laksma Harun Arrasyid, selaku Kepala Satuan Operasional Armuzna dan Perlindungan Jemaah, membeberkan strateginya. Penempatan petugas sudah dipetakan matang, tersebar di titik-titik krusial untuk mengurai kepadatan yang kerap terjadi.

“Penempatan dilakukan di pos-pos ad hoc serta jalur pergerakan jemaah, termasuk di Mina dan jalur menuju Jamarat, untuk memastikan mobilitas berjalan lancar,” jelasnya.

Namun begitu, penempatan itu tidak kaku. Pola pergerakan petugas akan bersifat dinamis. Selain bertugas di pos tetap, mereka juga siap diterjunkan ke titik padat seperti Arafah jika terjadi penumpukan jemaah.

Dengan berangkatnya rombongan pertama ini, harapannya besar. PPIH Arab Saudi kini bisa segera bersiap menyambut kloter perdana. Layanan optimal di tengah dinamika lapangan yang tak pernah bisa ditebak sepenuhnya, itulah tantangan sesungguhnya yang menanti.


Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Bodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Tayang: Jumat, 14 Februari 2025 17:55 WIB Tribun XBaca tanpa iklan Editor: Desy Selviany zoom-inBodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Kompas.com/ Acep Nazmudin A-A+ KADES KOHOD ARSIN -- Kepala Desa Kohod, Arsin saat meninjau area laut yang memiliki SHGB dan SHM, di Desa Kohod, kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (24/1/2025) (foto kiri) dan (kanan) suasana kediaman Kepala Desa Kohod, Arsin di Kampung Kohod, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/1/2025). 400 warga Desa Kohod memburu Arsin yang kini tidak diketahui keberadaannya usai rumahnya digeledah Bareskrim. (Acep Nazmudin/ Kompas.com ) WARTAKOTALIVE.COM - Saking percaya diri dengan majikannya Kepala Desa Kohod, Arsin, seorang bodyguard atau Paspamdes disebut hingga sesumbar rela potong leher. Sesumbar seorang bodyguard Kepala Desa Kohod Arsin itu diceritakan oleh Henri Kusuma, penasihat hukum warga korban pagar laut seperti dimuat Tribunnews.com melalui BangkaPos Jumat (13/2/2025). Henri Kusuma mengungkapkan peringai Arsin bak Raja apabila berhadapan dengan rakyat jelata di Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, Banten. Sejak menjabat pada 2021, Arsin dikenal sebagai sosok yang arogan dan tak segan memaksa warga untuk mengikuti perintahnya. Jika tidak diikuti, Arsin tak segan mengerahkan preman hingga tukang pukul. Di mata warga Kohod, Arsin seperti monster. Apapun yang dia bilang harus diikuti warga. Arogan, kata Henri Kusuma. Saking arogannya, Arsin sangat percaya diri tidak akan bisa ditangkap oleh siapapun dalam kasus pagar laut ini. BERITA TERKAIT Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara - TribunnewsTribunnews.com Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi - TribunnewsTribunnews.com Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka - TribunnewsTribunnews.com Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi - TribunnewsTribunnews.com Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement - TribunnewsTribunnews.com Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok - TribunnewsTribunnews.com Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda - TribunnewsTribunnews.com Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat - TribunnewsTribunnews.com Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat Hal itu juga dikatakan oleh Arsin dan para antek-anteknya saat menemui Henri dan tim beberapa waktu yang lalu. Bahkan dia menantang Presiden untuk menangkapnya usai polemik pagar laut mencuat ke publik. Baca juga: Pengacara Kades Kohod Tegas Membantah Arsin Palsukan Surat Izin Pagar Laut Tangerang “Dia bilang sambil tangan sambil menepuk dada kiri, ‘Enggak ada yang bisa penjarain gue, sekalipun presiden.’ Itu yang dia katakan,” ujar Henri menirukan ucapan Arsin. Tidak hanya Arsin, para pengawalnya pun bersikap penuh percaya diri. Bahkan seorang Bodyguard Arsin menantang potong leher apabila majikannya tertangkap. Bodyguard-nya bilang begitu juga, Iris kuping gue kalau Arsin (bisa) ketangkap. Eh, jangan kuping deh, tapi leher aja, kalau kuping gue belum mati. Itu kata paspamdesnya tuh, kata Henri sembari menirukan ucapan anak buah Arsin. Sebelum masalah pagar laut ini muncul, Henri mengatakan dua orang suruhan Arsin sempat mendatanginya dan meminta agar masalah ini tidak dibawa lebih jauh, bahkan menawarkan ganti rugi tanah warga yang terdampak. Namun, setelah laporan banyak yang masuk, Arsin dan sekretaris desanya, Ujang Karta, justru menghindar dan menolak bertemu. Ketika saya ajak ketemu, mereka tidak mau. Kami sudah lapor ke banyak tempat. Saya bilang, sudah terlambat, sebentar lagi Arsin akan jadi tersangka, tegas Henri. Hingga berita diturunkan, Tribunnews.com belum mendapatkan konfirmasi Arsin dan masih berusaha meminta tanggapan dari Arsin perihal pengakuan dari Henri Kusuma ini

Terkini