Upaya pembersihan ikan sapu-sapu di kali-kali Jakarta masih terus berjalan. Tapi, kalau kamu lewat di depan Plaza Indonesia, Menteng, ikan-ikan itu masih terlihat berenang di Kali Cideng. Sabtu lalu, meski airnya jernih dan tak banyak sampah, gerombolan ikan berbadan lebar itu masih tampak jelas di dasar kali.
Jumlahnya memang sudah berkurang. Namun begitu, penampakan mereka tetap mencolok. Ukurannya besar, jauh lebih besar dari ikan-ikan kecil lain yang sesekali melintas. Bentuknya yang khas itu pipih dan seperti dilapisi kulit kasar membuatnya mudah dikenali dari atas jembatan.
Operasi besar-besaran sebenarnya sudah digelar. Sepekan sebelumnya, tepatnya Jumat (10/4), seratus lebih personel gabungan turun ke Kali Cideng. Mereka berhasil mengangkut 41 ekor sapu-sapu berukuran jumbo. Ikan-ikan itu dianggap sebagai pengganggu, merusak tatanan ekosistem sungai yang sudah rapuh.
Di sisi lain, komando untuk membasmi ikan ini datang langsung dari pucuk pimpinan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan seluruh wali kota untuk turun tangan. Bahkan, rapat khusus digelar hanya untuk membahas penanganan ikan satu ini.
“Ikan sapu-sapu ini spesies invasif, aslinya dari Amerika Selatan. Daya tahannya tinggi,” jelas Pramono.
Menurutnya, keberadaan ikan ini mengacaukan keseimbangan. Makanya, pembersihan harus dilakukan, meski hasilnya belum seratus persen. Pemandangan di Kali Cideng itu jadi buktinya: upaya masih berlangsung, dan perang melawan si ikan sapu-sapu belum usai.
Artikel Terkait
Malut Tak Mampu Bayar Gaji PPPK hingga Akhir 2026, Gubernur Minta DBH 60 Persen Dikembalikan
Shin Tae-yong Tegaskan Tak Akan Pakai Taktik Parkir Bus di Persija Jakarta
Siswi SD di Klaten Nekat Bergelantungan di Motor Pelaku Curanmor Demi Selamatkan Kendaraan Ibu
Kapolri Yakin Aturan Baru Soal Usia Pensiun Tidak Sebabkan Kemacetan Karier di Polri