Tawuran Warga di Petamburan Picu Kebakaran Dua Gerobak Dagangan

- Sabtu, 18 April 2026 | 14:50 WIB
Tawuran Warga di Petamburan Picu Kebakaran Dua Gerobak Dagangan

Suasana malam di Petamburan, Tanah Abang, tiba-tiba berubah ricuh. Aksi saling lempar petasan antara dua kelompok warga, konon, memicu semuanya. Tak butuh waktu lama, gesekan itu berubah jadi tawuran yang berakhir dengan dua gerobak dagangan hangus dilalap api.

Video kejadiannya langsung membanjiri media sosial. Dalam rekaman yang beredar, kobaran api terlihat jelas, sementara sejumlah warga hanya bisa berkerumun menyaksikan. Pelaku tawuran disebut-sebut dengan sengaja membakar lapak para pedagang.

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, membenarkan insiden itu. Menurutnya, keributan terjadi Jumat malam lalu dan melibatkan warga dari dua RW berbeda di Kelurahan Petamburan.

“Yang semalam terjadi adalah adanya gesekan antara RW 11 dan RW 5 Kelurahan Petamburan,” ujar Dhimas, Sabtu (18/4/2026).

Dia membeberkan kronologinya. Awalnya cuma lemparan petasan yang diarahkan ke wilayah masing-masing. Tapi, rupanya aksi itu jadi pemicu. Provokasi terjadi, dan akhirnya warga saling serang.

“Dikarenakan adanya tembakan petasan atau kembang api yang mengarah ke masing-masing RW tersebut, sehingga memprovokasi terjadinya gesekan antarwarga yang mengakibatkan terbakarnya dua gerobak buah,” jelasnya.

Untungnya, aparat bergerak cepat. Gabungan personel keamanan langsung diterjunkan ke lokasi untuk membubarkan massa yang sudah emosi. Pengerahan pasukannya cukup besar, melibatkan Polres Metro Jakarta Pusat hingga Polda Metro Jaya, demi mencegah situasi makin runyam.

“Semalam dari Polsek Metro Tanah Abang di-back up dari Polres Metro Jakarta Pusat, Tim Presisi Polda dan Dalmas Polda, Kodim, Satpol PP, dan Damkar cepat meredam supaya aksi tersebut tidak meluas dan berkelanjutan,” imbuh Dhimas.

Sekarang situasi sudah lebih kondusif. Meski begitu, sisa ketegangan masih terasa. Dua gerobak yang jadi korban tinggal puing hangus, mengingatkan betapa konflik sepele bisa berakibat kerugian yang nyata.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar