San Siro bergemuruh, tapi bukan untuk sorak kemenangan. AC Milan justru mengalami malam yang pahit di rumah sendiri, Sabtu lalu, ditaklukkan Udinese dengan skor telak 3-0. Kekalahan ini jelas sebuah tamparan keras bagi Il Diavolo Rosso.
Ironisnya, Milan sebenarnya mengendalikan alur permainan. Mereka memegang bola, mendominasi penguasaan lapangan. Tapi, semua itu percuma. Pertahanan Udinese yang rapat bagai benteng sulit ditembus. Di sisi lain, serangan balik cepat tamu justru lebih tajam dan berbahaya.
Gol pertama malah datang dari sebuah blunder. Di menit ke-27, umpan silang Arthur Atta ke kotak penalti berusaha dihalau Davide Bartesaghi. Sayangnya, upaya sang bek muda justru mengarahkan bola ke sudut gawangnya sendiri. Mike Maignan hanya bisa terdiam menyaksikan.
Udinese pun semakin percaya diri. Mereka menggandakan keunggulan jelang turun minum. Nicolo Zaniolo memberikan umpan silang matang, dan Jurgen Ekkelenkamp dengan lompatan tertinggi menanduk bola dengan sempurna. Skor 2-0 untuk keunggulan tamu.
Milan, tentu saja, berusaha bangkit. Tekanan mereka di babak kedua lebih gencar. Namun, serangan demi serangan kandas di final third. Penyelesaian akhir terasa tumpul, tanpa gigitan. Bahkan, justru Udinese yang kembali menggoreng.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Terima Rp335 Juta di Pendopo Kabupaten
Liverpool Kembali ke Jalur Kemenangan Usai Taklukkan Fulham 2-0
Rumah Sakit Utama di Beirut Bertahan di Tengah Ancaman Militer dan Krisis Pasokan Medis
Liverpool Hentikan Tren Buruk, Kalahkan Fulham 2-0 di Anfield