Nenek Ditolak Bayar Tunai di Roti O, Netizen Soroti Kesenjangan Digital

- Rabu, 24 Desember 2025 | 05:30 WIB
Nenek Ditolak Bayar Tunai di Roti O, Netizen Soroti Kesenjangan Digital

Viral di media sosial, sebuah gerai Roti O menolak pembayaran tunai dari seorang nenek. Kejadian itu langsung memicu perdebatan hangat netizen tentang inklusivitas transaksi di era digital.

Menanggapi hal ini, manajemen Roti O pun angkat bicara. Lewat unggahan di Instagram @rotio.indonesia, mereka meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Menurut penjelasannya, penerapan sistem nontunai di gerai sebenarnya dimaksudkan untuk memudahkan pelanggan, sekaligus memberi akses ke berbagai promo dan potongan harga yang menggiurkan.

“Saat ini kami sudah melakukan evaluasi internal agar ke depannya tim kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,”

Begitu bunyi pernyataan resmi mereka.

Lalu, siapa sebenarnya yang punya brand Roti O ini? Banyak orang salah sangka. Artis Dude Harlino yang sering muncul di iklan-iklannya bukanlah pemilik, melainkan sekadar brand ambassador. Tugasnya ya mempromosikan produk.

Roti O sendiri adalah merek roti asli Indonesia. Pemiliknya adalah PT Sebastian Citra Indonesia, sebuah perusahaan di bidang makanan dan minuman. Perusahaan ini berdiri sejak 23 Mei 2012, dan gerai perdananya dulu dibuka di Stasiun Jakarta Kota. Strategis sekali.

Kini, jaringan Roti O sudah menjamur. Anda bisa menemukannya di pusat perbelanjaan, bandara, hingga stasiun kereta. Menurut kabar, penempatan di titik-titik transportasi itu adalah strategi khusus untuk membedakan diri dari pesaing. Mereka punya gudang utama di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, dan kantor cabang di Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.

Kasus penolakan tunai tadi memang jadi pelajaran. Di satu sisi, digitalisasi transaksi memang tawarkan kemudahan. Namun begitu, tak semua orang terutama kalangan lanjut usia langsung bisa beradaptasi. Butuh pendekatan yang lebih manusiawi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar