Wamensos Buka Pelatihan Pengajar Sekolah Rakyat, Tekankan Pembentukan Karakter Kebangsaan

- Senin, 09 Februari 2026 | 19:05 WIB
Wamensos Buka Pelatihan Pengajar Sekolah Rakyat, Tekankan Pembentukan Karakter Kebangsaan

Di kompleks SMA Taruna Nusantara, Magelang, suasana pagi ini tampak berbeda. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono baru saja membuka Training of Trainers (ToT) Manajemen untuk para calon pengajar Sekolah Rakyat. Acara ini bukan sekadar seremoni biasa. Intinya jelas: membentuk karakter.

“Mereka harus punya karakter,” tegas Agus Jabo dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

“Latar belakang siswa kan bermacam-macam. Nah, begitu masuk Sekolah Rakyat, kita bentuk. Supaya punya karakter kebangsaan yang kuat.”

Menurutnya, cita-cita membangun karakter kebangsaan ini tidak boleh cuma jadi milik siswa Taruna Nusantara saja. Ia ingin hal yang sama mengakar pada setiap anak didik Sekolah Rakyat. Rasa cinta tanah air, solidaritas pada sesama bangsa, itu yang ditekankan.

Pelatihan sendiri digelar cukup panjang, empat hari penuh hingga 12 Februari. Pesertanya beragam sekali, mencapai 1.360 orang. Rinciannya lumayan kompleks: ada dosen, widyaiswara, tim teknis kementerian, tenaga ahli, pejabat pembuat komitmen, panitia, plus ratusan murid dan pamong SMA Taruna Nusantara sendiri.

Nah, karakter kebangsaan tadi ternyata bukan satu-satunya target. Agus Jabo menyebut ada aspek lain yang juga krusial: karakter keagamaan, rasa percaya diri, jiwa sosial, dan tentu saja keterampilan praktis. Makanya, pelatihan manajemen untuk para calon pengajar ini dianggap sebagai bekal penting.

“Jadi bapak-ibu peserta ToT hari ini kita siapkan konsepnya,” jelasnya lebih lanjut.

“Tujuannya agar anak-anak Sekolah Rakyat nanti jadi terampil, pintar, dan berkarakter. Ini sekaligus menjawar perintah presiden bahwa Sekolah Rakyat harus jadi jembatan. Goal akhirnya apa? Yaitu mereka jadi orang yang mampu, tidak jatuh miskin lagi, dan akhirnya bisa mengangkat derajat keluarganya, bahkan negaranya.”

Ia mengakui, mengelola Sekolah Rakyat itu tantangannya berat. Faktornya banyak, mulai dari kelengkapan sarana prasarana sampai kualitas SDM yang harus mendampingi siswa 24 jam penuh dalam sistem asrama.

Karena itulah, Agus Jabo merasa sangat berterima kasih pada Kepala SMA Taruna Nusantara, Mayjen TNI M I Gogor. “Saya ucapan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya,” ujarnya.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar