Di kompleks SMA Taruna Nusantara, Magelang, suasana pagi ini tampak berbeda. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono baru saja membuka Training of Trainers (ToT) Manajemen untuk para calon pengajar Sekolah Rakyat. Acara ini bukan sekadar seremoni biasa. Intinya jelas: membentuk karakter.
“Mereka harus punya karakter,” tegas Agus Jabo dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).
“Latar belakang siswa kan bermacam-macam. Nah, begitu masuk Sekolah Rakyat, kita bentuk. Supaya punya karakter kebangsaan yang kuat.”
Menurutnya, cita-cita membangun karakter kebangsaan ini tidak boleh cuma jadi milik siswa Taruna Nusantara saja. Ia ingin hal yang sama mengakar pada setiap anak didik Sekolah Rakyat. Rasa cinta tanah air, solidaritas pada sesama bangsa, itu yang ditekankan.
Pelatihan sendiri digelar cukup panjang, empat hari penuh hingga 12 Februari. Pesertanya beragam sekali, mencapai 1.360 orang. Rinciannya lumayan kompleks: ada dosen, widyaiswara, tim teknis kementerian, tenaga ahli, pejabat pembuat komitmen, panitia, plus ratusan murid dan pamong SMA Taruna Nusantara sendiri.
Nah, karakter kebangsaan tadi ternyata bukan satu-satunya target. Agus Jabo menyebut ada aspek lain yang juga krusial: karakter keagamaan, rasa percaya diri, jiwa sosial, dan tentu saja keterampilan praktis. Makanya, pelatihan manajemen untuk para calon pengajar ini dianggap sebagai bekal penting.
“Jadi bapak-ibu peserta ToT hari ini kita siapkan konsepnya,” jelasnya lebih lanjut.
“Tujuannya agar anak-anak Sekolah Rakyat nanti jadi terampil, pintar, dan berkarakter. Ini sekaligus menjawar perintah presiden bahwa Sekolah Rakyat harus jadi jembatan. Goal akhirnya apa? Yaitu mereka jadi orang yang mampu, tidak jatuh miskin lagi, dan akhirnya bisa mengangkat derajat keluarganya, bahkan negaranya.”
Ia mengakui, mengelola Sekolah Rakyat itu tantangannya berat. Faktornya banyak, mulai dari kelengkapan sarana prasarana sampai kualitas SDM yang harus mendampingi siswa 24 jam penuh dalam sistem asrama.
Karena itulah, Agus Jabo merasa sangat berterima kasih pada Kepala SMA Taruna Nusantara, Mayjen TNI M I Gogor. “Saya ucapan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya,” ujarnya.
“Taruna Nusantara sudah kasih ruang untuk kami sharing dan belajar. Kami sangat butuh itu. Harapannya, peserta bisa dapat pemahaman langsung dari sekolah yang sudah punya pengalaman bertahun-tahun.”
“Dari ToT ini, kita harap lahir trainer-trainer baru yang nanti akan membagikan wawasan dan konsep pada guru serta tenaga pendidik di Sekolah Rakyat,” tambahnya.
Di sisi lain, sang tuan rumah, M.I. Gogor, punya pandangan senada. Ia menilai pelatihan semacam ini penting banget, mengingat rumitnya mengelola sekolah berasrama.
“Ini bukan cuma urusan ngelola kelas,” ungkap Gogor.
“Tapi juga kehidupan 24 jam siswa dan pamong. Ada pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, kemandirian, plus nilai kebangsaan. Semua itu butuh kemampuan manajerial kuat, sistem tertata, dan keteladanan dari para pendidik.”
Ia berharap lewat forum ini terjadi tukar-menukar pengalaman yang hidup. Praktik terbaik diharapkan bisa dibawa dan disebar ke berbagai daerah.
“Kami apresiasi kepercayaan yang diberikan,” lanjut Gogor.
“Kolaborasi antara Kemensos dan lembaga pendidikan seperti kami, harus terus diperkuat. Demi kemajuan pendidikan dan pelayanan sosial Indonesia.”
Usai pembukaan, Agus Jabo bersama rombongan diajak berkeliling. Mereka meninjau fasilitas asrama, gudang logistik yang penuh seragam dan sepatu, sampai ke dapur tempat makanan siswa disiapkan. Yang menarik, Wamensos juga menyempatkan ikut makan siang bareng para murid di ruang makan mereka. Sebuah kunjungan yang cukup lengkap, bukan cuma kata-kata.
Artikel Terkait
Megawati: Keterlibatan Perempuan dalam Pemerintahan adalah Perintah Konstitusi
Manajer Honda Puig Buka Peluang Rekrut Fabio Quartararo di MotoGP 2027
Foto Ridwan Kamil di Underpass Depok Dicopot, Diganti Wajah Pahlawan Lokal
Tawuran di Cibinong Bubar setelah Pelaku Dengar Sirine Polisi