Polres Sukoharjo Terbitkan 150 Surat Kehilangan Dokumen untuk Korban Banjir Grogol

- Sabtu, 18 April 2026 | 14:40 WIB
Polres Sukoharjo Terbitkan 150 Surat Kehilangan Dokumen untuk Korban Banjir Grogol

Air sudah surut, tapi masalah belum semuanya pergi. Itulah yang dirasakan warga Grogol, Sukoharjo, pasca banjir melanda beberapa hari lalu. Banyak dari mereka kehilangan dokumen penting KK, KTP, akta tersapu arus. Nah, menyikapi hal itu, Polres Sukoharjo bersama Disdukcapil setempat turun langsung ke lokasi. Mereka menggelar layanan administrasi kependudukan bagi korban. Hasilnya, sekitar 150 warga akhirnya terbantu mengurus dokumen mereka yang hilang.

Lokasi kegiatannya di Balai Pertemuan Warga Dukuh Kaliwingko, Desa Madegondo. Dari pagi, sekitar pukul delapan, sampai sebelum tengah hari, tempat itu ramai dikunjungi. Fokus utamanya dua: penerbitan Surat Kehilangan (C1) dan konsultasi buat dokumen yang rusak. Gak perlu jauh-jauh ke kantor, semua diurus di tempat.

Di lapangan, kegiatan ini dipimpin langsung oleh KASPKT Polres Sukoharjo, Iptu Yuliadi. Dia didampingi sejumlah perwira seperti Pawas AKP Marlin Supu Payu dan Pamapta II Ipda Ibnu Susilo. Jajaran Polsek Grogol, Banit SPKT, plus petugas Disdukcapil juga turun membantu. Kerja samanya cukup solid.

Angkanya berbicara. Tercatat, 150 surat kehilangan berhasil diterbitkan hari itu. Selain itu, ada juga 25 warga yang memanfaatkan sesi konsultasi. Mereka umumnya bingung soal prosedur lanjutan setelah dokumen utama hilang atau rusak berat.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menegaskan ini adalah wujud kehadiran negara di saat masyarakat paling butuh. "Situasi bencana seperti ini, kami harus ada," katanya.

"Banyak berkas penting warga yang hilang maupun rusak akibat banjir. Oleh karena itu, kami hadir langsung di lokasi untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan dokumen," jelas Anggaito kepada awak media, Sabtu (18/4/2026).

Respon warga? Sangat positif. Heni, salah seorang warga Kaliwingko, mengaku lega. Dia bilang, langkah ini sangat meringankan beban mereka yang sedang kalut.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Polres dan Disdukcapil yang cepat tanggap menerima keluhan warga, terutama terkait dokumen kependudukan yang hilang atau rusak pasca banjir yang terjadi pada Rabu (15/4) kemarin," ungkap Heni.

Pendapat serupa datang dari Agus, tetangga Heni. Menurutnya, pelayanan langsung seperti ini sangat efektif, apalagi di kondisi pascabencana yang serba tak menentu. "Gak perlu ngantri lama atau bolak-balik. Sekali datang, urusan selesai," ujarnya.

Harapannya jelas. Dengan dokumen penting yang segera kembali, roda kehidupan warga yang sempat terhenti bisa pelan-palan berjalan normal lagi. Setidaknya, urusan administrasi yang kerap bikin pusing itu sudah ada titik terang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar