Anak 10 Tahun Penderita Epilepsi Kejang di Pantai Anyer, Tim Medis Polisi Sigap Beri Pertolongan

- Kamis, 26 Maret 2026 | 00:45 WIB
Anak 10 Tahun Penderita Epilepsi Kejang di Pantai Anyer, Tim Medis Polisi Sigap Beri Pertolongan

Adim Muchtadim


TVRINews, Kota Cilegon

Suasana riuh di Pantai Anyer tiba-tiba berubah. Seorang anak perempuan, Siti Fadlah yang baru berusia 10 tahun, mendadak terjatuh dan kejang di tengah keramaian wisata. Kejadian ini langsung menyita perhatian.

Menurut sejumlah saksi, Siti sempat mengeluh demam sebelumnya. Tapi, seperti anak-anak pada umumnya, dia tetap ingin bermain di bawah terik matahari. Cuaca panas yang menyengat itu rupanya memicu sesuatu. Kondisinya makin runyam karena gadis kecil asal Kasemen ini punya riwayat epilepsi.

Untungnya, bantuan datang cepat. Warga sekitar yang panik segera menghampiri petugas medis yang kebetulan lagi siaga di lokasi. Mereka adalah personel Biddokkes Polda Banten.

Tanpa buang waktu, tim medis polisi itu langsung turun tangan. Pertolongan pertama mereka berikan di tempat untuk menstabilkan keadaan Siti. Setelah kondisi sedikit membaik, proses evakuasi pun digeber. Korban lalu dirujuk ke Puskesmas Anyer untuk penanganan yang lebih lengkap. Semuanya berjalan lancar dan cepat.

Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, angkat bicara soal insiden ini. Ia menegaskan bahwa tugas personelnya di lapangan bukan cuma soal keamanan.

"Kesigapan personel dalam menangani kondisi darurat seperti ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam situasi medis yang membutuhkan penanganan segera," ujarnya.

Di sisi lain, Hutapea juga menyelipkan imbauan. Terutama untuk para orang tua.

"Kami mengimbau agar masyarakat, khususnya orang tua, tidak mengabaikan kondisi kesehatan anak. Jika anak dalam keadaan kurang sehat, sebaiknya tidak dipaksakan untuk beraktivitas di luar ruangan, guna mencegah risiko yang dapat membahayakan," tambahnya.

Peristiwa ini, meski berakhir baik, jadi pengingat yang cukup keras. Beraktivitas di tempat terbuka dengan cuaca ekstrem butuh kewaspadaan ekstra. Kesehatan anak-anak, apalagi yang punya kondisi khusus, tidak bisa dianggap enteng.


Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar