Kapolda Riau Minta Maaf dan Copot 28 Personel Polsek Panipahan

- Jumat, 17 April 2026 | 16:50 WIB
Kapolda Riau Minta Maaf dan Copot 28 Personel Polsek Panipahan

Tak butuh waktu lama bagi Iptu Subiarto Tampubolon untuk bertindak. Baru saja ia ditunjuk menggantikan Iptu Robiansyah sebagai Kapolsek Panipahan, langkah tegas langsung diambil. Delapan rumah yang diduga kuat terkait dengan bandar narkoba, kini berdiri dengan segel polisi di pintunya.

"Untuk saat ini ada delapan rumah yang sudah kita lakukan penyegelan," ujar Iptu Subiarto, Jumat (17/4/2026).

Operasi penggeledahan pun digelar, melibatkan Polsek Panipahan, Polres Rokan Hilir, hingga Polda Riau. Namun begitu, hasilnya ternyata nihil. Tak ada barang bukti narkoba yang ditemukan di dalam rumah-rumah itu.

"Kemarin saat penyegelan saya ikut mendampingi beberapa rumah, namun tidak ditemukan adanya narkoba dan memang sudah bersih serta tidak ada penyalahgunaan," imbuh Subiarto, mengakui fakta di lapangan.

Meski begitu, kasus ini tak berhenti sampai di situ. Menurut Subiarto, penyelidikan lebih mendalam beserta pemeriksaan saksi-saksi kini sepenuhnya ditangani oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hilir, dengan dukungan penuh dari Direktorat Narkoba Polda Riau. Fokus Polsek Panipahan sendiri dialihkan.

"Untuk saksi sudah diambil alih Satnarkoba Polres Rohil dan tim Ditnarkoba Polda Riau, karena kita fokus pada pemulihan dan menjaga harkamtibmas," katanya.

Ia menambahkan, pendekatan persuasif kini lebih diutamakan untuk meredakan situasi. Imbauan terus disuarakan agar masyarakat mengedepankan dialog dan segera menghubungi layanan 110 jika menemui gangguan di lingkungan mereka. Alhasil, suasana di Panipahan perlahan mulai kondusif setelah upaya mendinginkan situasi oleh Polda dan Polres.

Di sisi lain, ada momen yang cukup menyita perhatian. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, turun langsung ke Desa Panipahan pada Kamis (16/4). Di hadapan warga, dengan sikap terbuka, ia menyampaikan permintaan maaf.

"Secara pribadi maupun sebagai Kapolda Riau, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Panipahan. Kami juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu,"

demikian permintaan maaf Kapolda Riau.

Jenderal bintang dua itu mengaku turut merasakan keresahan warga. Ia menyadari, unjuk rasa yang terjadi berawal dari komunikasi yang kurang lancar antara masyarakat dan aparat. "Ini kejadian untuk membuka mata kita semua," ujarnya. Menurutnya, pemicunya sederhana, namun menunjukkan adanya celah dalam pemetaan dan penilaian gejala sosial di masyarakat.

Merespon kondisi ini, Kapolda Riau tak cuma meminta maaf. Komitmen untuk bersih-bersih internal ditegaskan. Langkah konkretnya? Sebanyak 28 personel Polsek Panipahan, mulai dari Kapolsek lama, Kanit Reskrim, hingga anggota yang terindikasi bermasalah, dicopot dari posisinya.

"Aparat Polsek, Kapolseknya diganti, personelnya semua yang terlibat kami ganti," kata Irjen Herry, disambut tepuk tangan warga.

Sebagai bukti keseriusan, seluruh personel pengganti itu langsung menjalani tes urine di hari pertama mereka bertugas. Hasilnya, kata Kapolda, menggembirakan. "Sebelum masuk kerja tadi pagi semuanya dites urine semua dan alhamdulillah hasilnya semuanya negatif."

Langkah tegas ini diharapkan bisa menjadi awal perbaikan dan pemulihan kepercayaan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar