Ia menggambarkannya seperti sebuah orkestrasi. Pembangunan daerah dan nasional harus saling terhubung, menciptakan harmoni. Dan dalam skema besar itu, ketahanan daerah menjadi fondasi. Fondasi yang kokoh akan menguatkan segala sesuatu di atasnya, termasuk ketahanan nasional.
Tentu, semua itu butuh penopang. Wiyagus menekankan, kunci utamanya adalah peningkatan kualitas SDM. Ia berpendapat, sumber daya alam yang melimpah tak akan banyak artinya tanpa didukung manusia yang kompeten dan punya daya inovasi. Hilirisasi komoditas unggulan, contohnya, butuh SDM yang mumpuni agar nilai tambahnya maksimal.
Selain urusan ekonomi dan SDM, ada hal lain yang tak kalah penting: integritas. Menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dinilainya krusial. Ini untuk menciptakan iklim yang sehat, berkelanjutan, dan terhindar dari masalah hukum yang justru bisa menghambat kemajuan yang sudah dicapai.
Di akhir paparannya, Wiyagus mengajak semua pihak untuk bergerak. Kolaborasi aktif antara pusat dan daerah harus diperkuat. Ini kunci percepatan.
“Saya mengajak semua untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah secara aktif,” pungkasnya.
“Tidak saling menunggu, tetapi saling memanfaatkan dukungan yang ada.”
Artikel Terkait
Polisi Banten Bongkar Pabrik Oplosan LPG Subsidi, Rugikan Negara Rp626 Miliar
Banjir Bandar Lampung Rendam Jalan Protokol, Satu Warga Tewas Terseret Arus
Petugas PPSU Terima SP1 Usai Buang Sampah Daun ke Kali Baru Timur
Menkes Minta DPR Bantu Daftarkan RS yang Tolak Pasien BPJS Nonaktif