Larantuka, Flores Timur suasana sakral Semana Santa tahun ini kembali menyelimuti kota. Di tengah ribuan peziarah yang berdatangan, ada satu hal yang tak kalah mencolok: kehadiran ribuan personel keamanan. Tepatnya, 3.227 anggota gabungan diterjunkan Polda NTT untuk Operasi Semana Santa Turangga 2026. Mereka tak cuma berdiri berjaga. Tugas mereka lebih dari itu: memastikan ketenangan dan kekhusyukan perayaan Paskah benar-benar terasa oleh setiap umat.
Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, dengan tegas menyatakan operasi ini adalah bentuk nyata kehadiran negara. “Kami ingin memastikan setiap umat bisa beribadah dengan aman dan khusyuk,” ujarnya di Flores Timur, Jumat (3/4/2026).
“Kehadiran personel di lapangan bukan sekadar soal pengamanan. Ini tentang menghadirkan rasa tenang dan kepedulian. Itulah semangat ‘Polda NTT Penuh Kasih’ yang kami usung.”
Angka 3.227 personel itu sendiri merupakan gabungan dari 1.319 anggota Polri dan 1.908 personel dari berbagai instansi. Mulai dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Dinas Kesehatan dan BPBD. Bahkan melibatkan pemuda lintas agama. Ini jelas bukan operasi biasa. Lebih tepat disebut gerakan kolektif, sebuah ikhtiar bersama menjaga kedamaian momen spiritual yang amat berharga.
Fokus utama tentu saja di Larantuka. Kota ini memang sudah mendunia berkat tradisi Semana Santa-nya. Tak heran, dari total personel, sebanyak 985 orang disiagakan penuh di sini. Mereka mengawal setiap prosesi, baik di darat maupun laut, yang selalu sarat dengan emosi dan makna spiritual mendalam.
Operasi ini berlangsung cukup panjang, selama 15 hari penuh dari 1 hingga 15 April 2026. Jangkauannya luas: mengamankan 1.113 gereja serta titik-titik prosesi di Flores Timur dan Kota Kupang. Untuk mendukung itu, dibangun 85 pos di lokasi strategis. Pos-pos ini fungsinya beragam, mulai dari pusat komando, pelayanan, hingga tempat meminta pertolongan darurat.
Menurut Rudi, dengan pos-pos itu, bantuan bisa lebih cepat sampai. Masyarakat pun punya titik jelas untuk meminta pertolongan jika diperlukan.
Di sisi lain, Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, menekankan soal pendekatan. “Kami mengedepankan nilai kemanusiaan,” jelas Henry.
“Semana Santa di Larantuka ini tradisi bernilai tinggi, dikenal sampai mancanegara. Maka, pelayanan kami harus humanis dan penuh kasih. Biar masyarakat benar-benar merasakan kami sebagai pelindung, bukan sekedar pengawas.”
Semua personel, lanjutnya, diinstruksikan untuk bertugas profesional tapi juga membangun komunikasi yang hangat dengan warga. Tujuannya satu: menciptakan suasana harmonis sepanjang perayaan.
Perhatian ekstra memang diperlukan, terutama untuk prosesi laut yang punya risiko lebih tinggi. Pengaturan transportasi di bandara, pelabuhan, dan terminal dioptimalkan. Patroli bahari digelar, tim medis disiagakan di setiap pos. Semua langkah itu diambil agar arus peziarah lancar dan, yang terpenting, selamat sampai tujuan.
Pada akhirnya, di balik angka dan strategi, operasi besar ini punya napas yang sederhana: memungkinkan setiap orang merayakan imannya dengan damai. Itu intinya.
Artikel Terkait
AS Kembali Serang Lokasi Militer di Iran di Tengah Negosiasi Damai yang Mandek
Trump Desak Negara Timur Tengah Bergabung dengan Abraham Accords di Tengah Negosiasi Perang Iran
Anang Hermansyah Diapresiasi karena Sikap Dewasa terhadap Kris Dayanti, Warganet Soroti Kontras dengan Ahmad Dhani-Maia Estianty
Bitcoin Ambrol ke Bawah 75 Ribu Dolar AS, Tertekan Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran dan Arus Keluar Dana Institusional