Di ruang forum yang ramai di Bandar Lampung, Selasa lalu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyuarakan hal yang ia anggap krusial. Sinergi. Bukan sekadar kerja sama biasa, tapi penguatan nyata antara Jakarta dan daerah. Tujuannya jelas: mendorong Lampung sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi nasional.
“Provinsi Lampung bukan sekadar wilayah administratif,” tegas Wiyagus, Rabu (15/4) melalui keterangan tertulisnya.
“Ia merupakan bagian penting dari simpul pembangunan nasional.”
Pernyataan itu ia sampaikan dalam Lampung Post Executive Forum. Dari perspektif Kemendagri, posisi Lampung dinilai sangat strategis. Bukan cuma soal peta, tapi kontribusi nyata. Misalnya, dalam menopang kebutuhan pangan nasional, termasuk pasokan ke ibu kota. Potensi sebesar ini, menurutnya, harus dikelola optimal. Bukan hanya untuk berkontribusi di tingkat nasional, tapi juga agar benar-benar terasa dampaknya bagi kesejahteraan warga Lampung sendiri.
Di sisi lain, Wiyagus tak menampik bahwa tren ekonomi Lampung belakangan ini cukup menggembirakan. Perkembangannya positif. Namun begitu, ia mengingatkan satu hal. Pembangunan di daerah harus selaras dengan arah kebijakan yang ditetapkan pusat. Jangan sampai ada yang jalan sendiri-sendiri.
“Pembangunan yang kuat ini harus dimulai dari keselarasan arah,” ujarnya.
“Tidak boleh berbeda.”
Artikel Terkait
Polisi Banten Bongkar Pabrik Oplosan LPG Subsidi, Rugikan Negara Rp626 Miliar
Banjir Bandar Lampung Rendam Jalan Protokol, Satu Warga Tewas Terseret Arus
Petugas PPSU Terima SP1 Usai Buang Sampah Daun ke Kali Baru Timur
Menkes Minta DPR Bantu Daftarkan RS yang Tolak Pasien BPJS Nonaktif