Lavrov tak menyebut nama, tapi sindirannya jelas mengarah ke Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Menurutnya, AS berusaha merusak kerja sama regional dengan cara membentuk blok-blok kecil eksklusif.
"Mereka mencoba membongkar (kerja sama regional) dengan menciptakan struktur berbasis blok berformat kecil yang bertujuan untuk membendung Republik Rakyat Tiongkok dan Federasi Rusia,"
demikian kata Lavrov, seperti dilaporkan kantor berita RIA Novosti.
Hubungan China dan Rusia memang sudah lama erat, baik di bidang ekonomi maupun politik. Namun sejak invasi Rusia ke Ukraina di tahun 2022, ikatan itu terasa semakin kukuh. Pertemuan hari ini seperti penegasan kembali bahwa di tengah tekanan Barat, kedua raksasa ini memilih untuk saling mendukung.
Artikel Terkait
Polda Riau Resmikan Bengkel Gratis untuk Pengemudi Ojol di Pekanbaru
Dukcapil Peringatkan Warga Waspada Penipuan Aktivasi IKD via Pesan Singkat
Aliran Dana Asing ke SBN Masih Gradual, Investor Global Tunggu Suku Bunga dan Rupiah Stabil
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Sita Lebih dari 6 Kilogram Ganja di Depok