Presiden China Xi Jinping menyambut Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, di Beijing hari ini. Pertemuan ini, seperti yang banyak ditebak, akan menyentuh dua isu panas: konflik di Timur Tengah dan tentu saja situasi di Ukraina.
Kunjungan Lavrov ini direncanakan berlangsung dua hari, menurut laporan media pemerintah setempat. Agenda utamanya jelas: memperdalam kerja sama bilateral di tengah gejolak global yang makin rumit. Di sisi lain, ini juga jadi kesempatan bagi kedua negara untuk menyelaraskan langkah diplomatik mereka.
Jadwal Xi memang padat pekan ini. Sebelum Lavrov, sejumlah pemimpin dunia sudah lebih dulu antre bertemu. Ada Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, lalu Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed Al Nahyan, dan pemimpin Vietnam To Lam. Mereka datang dari negara-negara yang merasakan langsung dampak perang di Timur Tengah, baik secara keamanan maupun ekonomi.
Pertemuan puncak dengan Lavrov sendiri digelar di Balai Besar Rakyat. Menariknya, pertemuan ini berlangsung sehari setelah Lavrov melontarkan kritik pedas. Dalam pembicaraannya dengan Menlu China Wang Yi, dia menyebut ada upaya-upaya sistematis untuk 'membendung' Rusia dan China.
Artikel Terkait
Polda Riau Resmikan Bengkel Gratis untuk Pengemudi Ojol di Pekanbaru
Dukcapil Peringatkan Warga Waspada Penipuan Aktivasi IKD via Pesan Singkat
Aliran Dana Asing ke SBN Masih Gradual, Investor Global Tunggu Suku Bunga dan Rupiah Stabil
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Sita Lebih dari 6 Kilogram Ganja di Depok