Kesepakatan untuk berdialog ini muncul di tengah situasi yang masih memanas. Operasi militer Israel di Lebanon selatan yang menargetkan Hezbollah masih berlangsung, dipicu oleh serangan lintas batas awal Maret lalu.
Penolakan dan Korban Jiwa
Rencana negosiasi ini langsung ditolak mentah-mentah oleh Hizbullah. Mereka menyebut langkah ini sia-sia dan cuma buang-buang waktu.
Kelompok itu mendesak pemerintah Lebanon agar fokus menghadapi apa yang mereka sebut sebagai “agresi Israel.”
Konflik ini sudah memakan korban yang tidak sedikit. Menurut catatan otoritas kesehatan Lebanon, korban tewas sudah mencapai sedikitnya 2.089 orang. Sementara yang luka-luka mencapai 6.762 orang.
Sementara itu, Turki yang kerap mengecam serangan terhadap sipil menyatakan tetap mendukung upaya diplomatik. Ankara mendorong deeskalasi dan berharap dialog bisa menghentikan konflik serta mencegah korban jiwa lebih banyak lagi.
Artikel Terkait
AHY Tekankan Pentingnya Infrastruktur dan Kepemimpinan dalam Audiensi dengan Pelajar SMA
Komplotan Bersenjata Api Bobol Motor di Parkir RSIA Duren Sawit
AHY Tekankan Peran Vital Kampus dan Koordinasi Lintas Sektor untuk Pembangunan Berkelanjutan
Gubernur DKI Bebastugaskan Lurah dan Dua Pejabat Terkait Bukti Palsu Aduan Warga