Komplotan Bersenjata Api Bobol Motor di Parkir RSIA Duren Sawit

- Rabu, 15 April 2026 | 11:45 WIB
Komplotan Bersenjata Api Bobol Motor di Parkir RSIA Duren Sawit

Suasana parkir sebuah rumah sakit di Duren Sawit, Jakarta Timur, yang biasanya ramai oleh keluarga pasien, mendadak berubah mencekam Minggu siang lalu. Sekitar pukul satu lewat, sebuah komplotan pencuri motor beraksi dengan cara yang tak biasa: mereka membawa senjata api.

Menurut rekaman CCTV yang kini beredar luas, aksi itu terlihat cepat dan terencana. Dua orang masuk ke area parkir RSIA di Jalan Taman Malaka Selatan. Dengan menggunakan kunci letter T, mereka merusak kunci sebuah motor Honda BeAt milik seorang pasien. Sementara itu, dua anggota lain tampak berjaga di luar, mengawasi sekeliling.

Namun, aksi mereka ternyata tak luput dari pengamatan.

"Awalnya saya melihat ada yang mencurigakan saat pengambilan motor. Ketika saya dekati, pelaku langsung menodongkan pistol," ujar Syaipul, petugas keamanan berusia 38 tahun yang sedang bertugas saat itu.

Dia sempat meneriaki para pelaku, mencoba menggagalkan niat mereka. Tapi semua berubah dalam sekejap. Begitu didekati, salah satu pelaku tanpa ragu mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke arah Syaipul. Dalam situasi seperti itu, tentu saja, tak ada yang bisa dilakukan. Ancaman senjata api membuat petugas keamanan itu tak berdaya.

Dengan leluasa, para pelaku pun melarikan diri membawa motor hasil curiannya. Mereka menghilang begitu saja, meninggalkan ketakutan dan kejadian yang sulit dilupakan.

Video momen penodongan senjata itu sendiri viral di media sosial. Gambarnya cukup jelas, menunjukkan betapa beraninya komplotan ini beroperasi di siang bolong, di tempat umum yang seharusnya aman. Aksi mereka, dari awal hingga kabur, terekam apik oleh kamera pengawas.

Polisi kini tengah menyelidiki kasus ini. Dari informasi yang beredar, komplotan ini diduga beranggotakan empat orang. Modusnya jelas: dua orang eksekutor, dua orang pengawas. Mereka memilih target di lokasi yang mungkin dianggap lengah area rumah sakit, di mana perhatian orang tertuju pada keluarga yang sakit.

Kejadian ini tentu mengkhawatirkan. Bukan cuma soal kehilangan properti, tapi lebih pada cara mereka yang tak segan menggunakan kekerasan bersenjata. Rasanya, kewaspadaan saja tak cukup. Perlu langkah lebih tegas untuk mencegah terulangnya aksi semacam ini di masa depan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar