Marc Marquez tampaknya tak begitu kaget. Ya, melihat Aprilia Racing mendominasi tiga seri pembuka MotoGP 2026, sang pembalap Ducati itu cuma mengangguk. Baginya, tanda-tanda kehebatan tim asal Noale itu sudah terlihat jelas sejak musim lalu berakhir.
Dan memang, fakta di lintasan bicara lebih keras. Aprilia sedang berada di puncak. Dua pembalapnya, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, menduduki posisi satu dan dua di klasemen sementara. Situasi yang bikin banyak orang mengernyit, tapi bukan Marquez.
Bezzecchi terlihat sangat sulit dihentikan. Rider Italia itu memenangkan tiga balapan utama beruntun: Thailand, Brasil, lalu Amerika Serikat. Sementara rekannya, Jorge Martin, tak kalah garang. Dia merajai balapan sprint dan dua kali naik podium di balapan utama. Hasilnya? Bezzecchi kini mengumpulkan 81 poin, memimpin klasemen dengan selisih tipis empat poin dari Martin.
Kesuksesan dua pembalapnya itu otomatis mengantar Aprilia ke puncak klasemen konstruktor. Mereka mengantongi 158 poin, jauh meninggalkan Red Bull KTM yang baru di angka 77 poin. Jarak yang terpaut cukup jauh untuk baru tiga seri.
Di sisi lain, dominasi Aprilia ini seperti membuat Ducati agak kehilangan cahaya. Marc Marquez, sang juara dunia yang diandalkan, saat ini masih berkutat di posisi kelima. Posisi terdekat dengan trio teratas justru dipegang Fabio Di Giannantonio dari tim satelit VR46, yang duduk di urutan keempat.
Lalu, apa kata Marquez soal semua ini? Dia dengan tenang menyatakan bahwa kejutan terbesar ini sebenarnya bukan kejutan sama sekali.
"Kejutan terbesar? Maksud saya, bagi saya itu bukanlah kejutan sama sekali," ujar Marquez.
"Sejak akhir musim lalu dan pramusim, kami sudah memahami, misalnya, Marco (Bezzecchi) sangat cepat, dan Aprilia juga cepat, serta terus berkembang," sambungnya.
Jadi, sang "Baby Alien" itu lebih fokus pada pekerjaan rumahnya sendiri. Dia mengakui masih dalam proses penyesuaian dengan Ducati Desmosedici GP26. Tampaknya, butuh waktu lebih bagi tujuh kali juara dunia ini untuk mengekstrak performa terbaik dari motornya yang baru.
Perjalanan musim ini masih panjang. Seri berikutnya akan digelar di tanah kelahiran Marquez: Spanyol. Balapan di Sirkuit Jerez-Angel Nieto, Jerez de la Frontera, pada 24-26 April nanti, akan jadi ujian nyata. Bisakah Aprilia mempertahankan momentum, atau Ducati dan rival lainnya mulai membalas?
Artikel Terkait
Muhammad Rahmat Tinggalkan Bali United, Spekulasi Pulang ke PSM Makassar Menguat
Okezone Luncurkan Kejuaraan Futsal Nasional Pelajar, Empat Kota Jadi Tuan Rumah
Veda Ega Pratama Lolos Dramatis ke Q2 Moto3 Italia Usai Bangkit dari Posisi 23
Persebaya Bangun Skuad Juara Musim Depan, Reuni Eks Pemain PSM Makassar Makin Nyata