AHY Tekankan Peran Vital Kampus dan Koordinasi Lintas Sektor untuk Pembangunan Berkelanjutan

- Rabu, 15 April 2026 | 11:30 WIB
AHY Tekankan Peran Vital Kampus dan Koordinasi Lintas Sektor untuk Pembangunan Berkelanjutan

Duduk bersama perwakilan dari Fakultas Kehutanan UGM di kantornya, Senin lalu, Menteri AHY kembali menggarisbawahi satu hal. Peran kampus, menurutnya, bukan sekadar pelengkap. Tapi ia adalah motor vital untuk pembangunan nasional yang mengandalkan riset, inovasi, dan tentu saja, SDM yang mumpuni.

“Kementerian Koordinator punya tugas mengorkestrasi banyak kementerian dan lembaga. Ini bukan perkara gampang,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono.

Pernyataannya itu disampaikan lewat keterangan tertulis pada Rabu (15/4/2026). Ia menilai kompleksitas Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang beragam, menuntut koordinasi lintas sektor yang benar-benar solid. Tanpa itu, pembangunan bakal jalan di tempat.

Pertemuan yang dipimpin Dekan Sigit Sunarta itu sendiri membahas kolaborasi pemerintah dan akademisi. Fokusnya adalah pembangunan berkelanjutan, terutama di sektor kehutanan, lingkungan hidup, dan pengelolaan sumber daya alam. Dari pihak UGM, sejumlah inisiatif dan program penelitian diajukan, termasuk rencana kolaborasi riset dan agenda internasional soal konservasi keanekaragaman hayati.

Namun begitu, AHY mengingatkan bahwa isu kehutanan jarang berdiri sendiri. Persoalan ini hampir selalu berkait kelindan dengan masalah agraria dan tata ruang, yang kerap memicu dinamika panas di lapangan.

“Permasalahan kehutanan dan agraria sering kali sangat fundamental, menyangkut keadilan dan kepastian hukum,” tegasnya.

Konflik antara masyarakat, korporasi, dan negara, lanjutnya, bukan hal aneh. Itulah mengapa kolaborasi yang kuat mutlak diperlukan untuk mencari solusi yang tak cuma cepat, tapi juga berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerintah saat ini mengusung dua agenda besar yang harus berjalan beriringan: kesejahteraan dan keberlanjutan. Menurut AHY, mengejar pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup. Semua itu harus seimbang dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Infrastruktur yang dibangun, misalnya, harus mampu mendukung ketahanan pangan, energi, dan air, sekaligus menjadi fondasi untuk penguatan SDM.

Di sinilah kontribusi perguruan tinggi dinilai krusial. Terutama melalui riset dan inovasi di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Peran akademisi diharapkan bisa menerjemahkan data menjadi kebijakan yang aplikatif, solutif, dan tepat sasaran.

Menutup pembicaraan, AHY menyelipkan renungan. Ia mengatakan bahwa kemajuan pembangunan, sehebat apapun, harus tetap berpijak pada upaya menjaga bumi.

“Kita mungkin berbicara tentang eksplorasi hingga luar angkasa, tetapi pada akhirnya kita semua ingin tetap tinggal di bumi ini. Karena itu, menjaga dan mengelola sumber daya alam melalui konservasi yang bertanggung jawab menjadi sangat penting untuk masa depan,” tutupnya.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Agust Jovan Latuconsina, serta Staf Khusus Bidang Percepatan Pembangunan Irjen Pol. Arif Rachman.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar