Suami di Kalbar Bacok Istri di Kebun Usai Cekcok, Pelaku Serahkan Diri

- Selasa, 09 Desember 2025 | 16:42 WIB
Suami di Kalbar Bacok Istri di Kebun Usai Cekcok, Pelaku Serahkan Diri

Suasana siang di Desa Segar Wangi, Kecamatan Tumbang Titi, Kalbar, mendadak ricuh Jumat lalu. Sekitar pukul 11.30, sebuah peristiwa kekerasan dalam rumah tangga berakhir dengan korban luka parah. Pelakunya? Justru sang suami sendiri.

Seorang pria berinisial PJ (53) diamankan polisi setelah diduga tega membacok istrinya, AM (42). Kejadiannya di sebuah pondok kebun di area perkebunan warga. Saat itu, PJ sedang berbincang dengan seorang saksi. Tak lama, istrinya datang dan langsung memarahinya. Situasi memanas dengan cepat.

Korban bahkan menarik tas selempang suaminya, mengambil ponsel dan kunci motor. Lalu, dia pergi menggunakan sepeda motor itu.

Namun begitu, PJ tak tinggal diam. Dia mengejar. Dalam keadaan emosi, pria itu langsung menghunus parang dari pinggangnya. Sabetannya mendarat di bagian belakang kepala sang istri. Korban pun tumbang, dengan luka terbuka yang cukup serius.

Melihat AM tak berdaya, pelaku malah mengambil motor dan kabur dari lokasi. Saksi mata yang melihat kejadian itu sontak berteriak minta tolong pada warga sekitar. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Tumbang Titi.

"Setelah mendapat laporan, pelaku segera kami amankan ke Mapolsek," kata Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, melalui Kapolsek Tumbang Titi, IPTU Made Adyana.

"Barang bukti satu bilah parang kami sita. Sementara korban mendapat perawatan intensif," tambahnya.

Menariknya, tak lama setelah kejadian, PJ justru memilih menyerahkan diri. Dia datang sendiri ke Mapolsek Tumbang Titi dan mengakui perbuatannya. Di sisi lain, kondisi korban mengharuskan dirujuk lebih lanjut ke RSUD AgoesDjam untuk penanganan yang lebih baik.

"Pelaku sudah kita amankan," pungkas Made Adyana.

"Untuk tindakannya ini, dia terancam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ancaman hukumannya bisa mencapai 10 tahun penjara."

Kasus ini kembali menyorot masalah KDRT yang kerap terjadi. Di balik dinding rumah tangga, amarah yang tak terkendali bisa berujung pada tragedi yang merugikan banyak pihak.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar