Pagi menjelang siang di Jonggol, Bogor, tadi, suasana tiba-tiba ricuh. Sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan ekskavator dan sejumlah mobil membuat jalanan macet total. Dari informasi sementara, ada korban luka dalam insiden itu.
Kapolsek Jonggol, Kompol Hida Tjahjanto, mengonfirmasi kejadian ini. Ia menjelaskan bahwa petugas dari Polsek awalnya turun tangan untuk mengatur arus lalu lintas yang kacau.
"Tadi kita dari Polsek cuma bantu arus lalin aja, kalau penanganannya Unit Laka," ujarnya, Sabtu (3/1/2026).
"Ada yang dibawa dulu ke rumah sakit, cuma kondisinya gimana nggak tahu. Tapi sejauh ini luka-luka saja," tambahnya.
Menurut sejumlah saksi, semua berawal dari sebuah mobil trailer yang mengangkut ekskavator. Kendaraan besar itu diduga mengalami masalah rem, sehingga pengemudinya kehilangan kendali.
"Terus masuk dia dibuang ke parit," jelas Kapolsek.
Namun begitu, manuver darurat itu malah berujung petaka. Trailer dan ekskavator yang dibawanya sempat menyenggol kendaraan lain di sekitarnya.
"Cuma ada yang kesenggol dua, kendaraan mobil boks sama mobil pribadi gitu," imbuhnya.
Akibatnya, kemacetan panjang tak terhindarkan. Untungnya, petugas berhasil mengevakuasi kendaraan-kendaraan yang terlibat dengan cepat. Yang paling penting, laporan dari lapangan menyebut tak ada korban jiwa.
"Alhamdulillah nggak ada, informasi dari anggota yang di lapangan, nggak ada korban jiwa," ungkap Hida dengan lega.
Video kejadian ini pun ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat pemandangan tak biasa: sebuah ekskavator dan beberapa mobil terlihat berhenti di tengah jalan. Satu mobil tampak ringsek dan nyaris masuk parit. Beberapa orang terlihat terduduk di pinggir jalan, diduga merupakan korban yang mengalami luka-luka.
Artikel Terkait
KPK Akui Keterbatasan SDM dan Wilayah, Buka Kerja Sama dengan Kortastipidkor Polri
Pertemuan Prabowo dengan Luhut dan Chatib Basri Dikonfirmasi Bahas Rekomendasi Ekonomi, Bukan Isu Reshuffle
Kebakaran Hanguskan Dua Rumah Kontrakan di Malang, Diduga akibat Korsleting Listrik
26 Pejabat dari Tiga Cabang Kekuasaan Diduga Terlibat Korupsi Program Makan Bergizi Gratis