“Merawat naskah berarti merawat akal budi bangsa,” ujarnya.
Ia menekankan, jangan sampai kerja keras penyelamatan naskah kuno ini cuma berakhir sebagai langkah administrasi belaka. Di dalam naskah Nusantara tersimpan kearifan lokal yang masih relevan untuk menjawab tantangan masa kini dan mendatang.
Karena itulah, menurut legislator dari Dapil II Jawa Tengah ini, peran Perpusnas harus lebih dari sekadar penyelamat. Mereka harus konsisten mendorong peningkatan literasi. Caranya? Dengan mempermudah akses masyarakat terhadap kekayaan naskah tersebut.
“Sehingga, upaya Perpusnas menyelamatkan naskah saja tidak cukup,” pungkas Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR dan Majelis Tinggi Partai NasDem itu.
Pesan akhirnya jelas: selamatkan naskahnya, tapi yang lebih penting adalah menghidupkannya untuk masyarakat.
Artikel Terkait
Banjir Landa 16 Kecamatan di Bandar Lampung, Satu Warga Meninggal Dunia
Rektor UMI Bela Jusuf Kalla, Sebut Video Viral sebagai Manipulasi Konteks
Korban Anak 7 Tahun Selamat dari Kecelakaan Maut di Garut yang Tewaskan Tiga Orang
AHY Tekankan Pentingnya Infrastruktur dan Kepemimpinan dalam Audiensi dengan Pelajar SMA