Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman punya program baru yang digenjot: hilirisasi ayam terintegrasi di daerah-daerah. Ia bilang, program ini sudah jalan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dan hasilnya cukup menggembirakan.
Intinya, program ini dirancang biar peternak bisa dapat untung langsung. Di sisi lain, ekonomi daerah juga ikut terdongkrak. Caranya? Kementan menghadirkan satu sistem usaha lengkap. Mulai dari jaminan ketersediaan bibit atau DOC, pakan, sampai urusan pemasaran hasil panen. Dengan begitu, masyarakat desa punya peluang usaha baru yang lebih pasti.
“Kita ingin BUMN masuk untuk menjamin harga Day Old Chick (DOC), pakan, dan pullet dan terjamin kualitas serta kuantitasnya dengan harga yang membuat peternak bahagia dan untung. Ini juga diharapkan akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Inilah program Presiden RI,”
ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/1).
Menurutnya, program ini adalah program strategis nasional sesuai arahan Presiden Prabowo. Tujuannya jelas: menyejahterakan peternak. Dengan melibatkan BUMN, negara dianggap hadir memberikan kepastian. Peternak dapat jaminan dari hulu ke hilir, mulai bibit, rantai pasok, hingga pemasaran. Harapannya, harga tidak lagi jadi mainan pasar bebas yang kerap merugikan peternak skala kecil.
Amran punya harapan besar. Ia ingin model produksi modern ini jadi standar. Semua proses, dari pembibitan, pemberian pakan, budidaya, pengolahan, sampai distribusi, berjalan dalam satu sistem yang terpadu. Sistem semacam ini diyakini bisa menekan biaya produksi. Kualitas daging ayam nasional pun diharapkan naik. Tak ketinggalan, lapangan kerja lokal juga bakal makin luas.
“Sekarang kita bisa swasembada, petani bahagia, harga HPP baik, stoknya banyak. Arah kita jelas, semua komoditas pertanian harus berdaulat. Ini adalah pengendali inflasi terbaik, karena nanti harga pakan turun, DOC turun. Kita bergerak dari hulu, lalu hilirnya menyentuh seluruh peternak di Indonesia. Kalau peternak sejahtera, negara akan kuat,”
tegasnya.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang hadir dalam kesempatan sama, menyambut baik proyek ini. Ia melihatnya sebagai peluang emas.
“Sulawesi Selatan siap menjadi lumbung dan pusat pengembangan peternakan nasional. Proyek hilirisasi ini akan memperkuat ekosistem peternakan, meningkatkan daya saing daerah, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,”
tutur Andi Sudirman.
Baginya, proyek ini akan memperkokoh posisi Sulsel sebagai penggerak ekonomi pedesaan sekaligus pusat peternakan nasional yang baru.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp40.000 Jadi Rp2,88 Juta per Gram
IHSG Terperosok 0,92% di Awal Sesi, Mayoritas Sektor Tertekan
Modal Rp 1 M hingga Rp 6 M, Ini Rincian Investasi Buka SPBU Mitra Pertamina
Ketegangan AS-Iran Guncang Pasar, Indeks Saham AS Beragam di Awal Pekan