Hilirisasi Ayam Terintegrasi: Kementan Genjot Kesejahteraan Peternak dari Hulu ke Hilir

- Senin, 19 Januari 2026 | 03:06 WIB
Hilirisasi Ayam Terintegrasi: Kementan Genjot Kesejahteraan Peternak dari Hulu ke Hilir

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman punya program baru yang digenjot: hilirisasi ayam terintegrasi di daerah-daerah. Ia bilang, program ini sudah jalan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dan hasilnya cukup menggembirakan.

Intinya, program ini dirancang biar peternak bisa dapat untung langsung. Di sisi lain, ekonomi daerah juga ikut terdongkrak. Caranya? Kementan menghadirkan satu sistem usaha lengkap. Mulai dari jaminan ketersediaan bibit atau DOC, pakan, sampai urusan pemasaran hasil panen. Dengan begitu, masyarakat desa punya peluang usaha baru yang lebih pasti.

“Kita ingin BUMN masuk untuk menjamin harga Day Old Chick (DOC), pakan, dan pullet dan terjamin kualitas serta kuantitasnya dengan harga yang membuat peternak bahagia dan untung. Ini juga diharapkan akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Inilah program Presiden RI,”

ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/1).

Menurutnya, program ini adalah program strategis nasional sesuai arahan Presiden Prabowo. Tujuannya jelas: menyejahterakan peternak. Dengan melibatkan BUMN, negara dianggap hadir memberikan kepastian. Peternak dapat jaminan dari hulu ke hilir, mulai bibit, rantai pasok, hingga pemasaran. Harapannya, harga tidak lagi jadi mainan pasar bebas yang kerap merugikan peternak skala kecil.

Amran punya harapan besar. Ia ingin model produksi modern ini jadi standar. Semua proses, dari pembibitan, pemberian pakan, budidaya, pengolahan, sampai distribusi, berjalan dalam satu sistem yang terpadu. Sistem semacam ini diyakini bisa menekan biaya produksi. Kualitas daging ayam nasional pun diharapkan naik. Tak ketinggalan, lapangan kerja lokal juga bakal makin luas.


Halaman:

Komentar