Pertemuan empat mata itulah intinya. Di sanalah, kata para diplomat, hal-hal penting dibicarakan. Dari kerja sama bilateral di sektor-sektor prioritas sampai pandangan mereka tentang gejolak politik global yang tak pernah reda. Ini adalah forum strategis, ruang untuk menyelaraskan langkah.
Agenda kemudian berlanjut ke jamuan makan siang resmi. Bagi yang mengamati, acara seperti ini seringkali justru lebih produktif. Diplomasi meja makan punya caranya sendiri untuk memperkuat hubungan personal antar pemimpin, yang pada akhirnya menjadi fondasi bagi hubungan kedua negara.
Kunjungan ke Paris ini punya konteks yang menarik. Sebelumnya, Prabowo baru saja bertemu dengan Vladimir Putin di Rusia. Rangkaian pertemuan tingkat tinggi ini menunjukkan satu hal: Indonesia sedang aktif memainkan perannya di panggung dunia. Bukan sekadar mitra, tapi mitra strategis yang ingin berkontribusi pada stabilitas dan perdamaian global.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pejabat tinggi lainnya. Mereka tentu punya pekerjaan rumah masing-masing untuk menerjemahkan kesepakatan tingkat puncak itu menjadi realitas.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Sumenep Galakkan Promosi Kesehatan Hadapi Ribuan Kasus TBC
Lima Pelaku Begal Petugas Damkar di Gambir Berhasil Diringkus Polisi
Kemenbud Gelar Seminar Mitigasi Bencana untuk Lindungi Cagar Budaya
HIMKI Desak Kebijakan Spesifik untuk Selamatkan Industri Furnitur dan Kerajinan