Ancaman Bakar Warung Gara-gara Uang "Iuran" Tak Diberi
Suasana di Jalan Sei Mencirim, Medan, mendadak mencekam. Seorang preman nekat menyiram bensin ke sebuah warung makan. Dia mengacungkan pemantik api, ancamannya jelas: bakarlah semuanya. Semua ini berawal dari penolakan sederhana, saat pemilik warung tak mau menuruti permintaan uang.
Ibrahim, pria 53 tahun yang sehari-hari mengurus Warung Searmen 1, masih terlihat syok. Menurut ceritanya, seorang pria bernama Bobby mendatanginya. Bobby datang dengan tuntutan. Dia minta uang Rp250 ribu, yang katanya untuk iuran lima bulan ke depan.
"Saya bilang enggak bisa," ujar Ibrahim.
"Warung lagi sepi, mana ada uang segitu. Langsung dia naik pitam."
Penolakan itu seperti menyulut bensin dalam diri pelaku. Bobby yang sudah emosi lalu mengambil sejumlah bensin dan menyiramkannya ke sekitar warung. Di tangannya, pemantik api sudah siap. Belum cukup, dia juga menghunus pisau dan mengarahkannya ke arah Ibrahim. Situasi saat itu benar-benar genting, nyaris berakhir tragis.
Artikel Terkait
Indocement Siapkan Rp750 Miliar untuk Buyback Saham
Ghost in the Cell Joko Anwar Tayang April 2026, Usung Satir Politik di Balik Cerita Horor Penjara
Empat Prajurit TNI Segera Disidang Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Gubernur DKI Panggil Seluruh Wali Kota Bahas Penanganan Ikan Sapu-sapu