Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad ternyata mentok. Tak ada titik terang yang ditemukan, terutama terkait perang yang masih berkecamuk di Timur Tengah. Salah satu pemicu kebuntuan itu adalah soal syarat penghentian program pengayaan uranium. Poin ini, rupanya, jadi batu sandungan besar antara kedua negara.
Meski begitu, ada sedikit cerita dari ruang perundingan. JD Vance, Wakil Presiden AS yang memimpin delegasi Washington, mengaku masih melihat secercah harapan. Menurutnya, diskusi dengan pejabat Iran berjalan cukup positif dia menyebutnya sebagai "sejumlah percakapan yang baik".
Namun begitu, nada Vance berubah ketika diwawancarai Fox News, Senin lalu. Dengan tegas dia menyatakan bahwa "bola sekarang berada di tangan Iran".
Artikel Terkait
AS Fasilitasi Pertemuan Langka Israel-Lebanon, Agenda Masih Berbeda Jauh
PSG Hancurkan Liverpool 2-0, Lolos ke Semifinal Liga Champions dengan Agregat 4-0
Pembicaraan Langsung Lebanon-Israel Dimulai di Washington di Tengah Serangan ke Hizbullah
Pemkab Tulungagung Gelar Konsolidasi Pasca OTT KPK, Kemendagri dan Jatim Beri Pendampingan