Terakhir, jaga kesehatan diri. Debu bakal lebih banyak beterbangan, jadi pakai masker jika perlu. Jangan lupa juga penuhi asupan air putih, apalagi kalau cuaca panasnya jadi ekstrem.
Di sisi lain, pemerintah juga tidak tinggal diam. Kementerian Kehutanan bersama BMKG sudah menyiapkan langkah pencegahan. Salah satu yang utama adalah upaya pembasahan kembali atau rewetting lahan gambut memakai teknologi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Caranya bagaimana? Mereka akan menyemai awan dengan bahan tertentu untuk merangsang turunnya hujan.
Tujuannya jelas: menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak gampang terbakar.
Kapan Puncaknya?
BMKG memperkirakan musim kemarau tahun ini datang lebih cepat di banyak daerah. Dan puncaknya, seperti disebutkan, diproyeksikan terjadi pada Agustus. Dengan durasi yang lebih lama dan hujan yang jauh lebih sedikit ketimbang kondisi normal, masyarakat khususnya di daerah rawan kekeringan harus bersiap dari sekarang. Antisipasi dini adalah kuncinya.
Artikel Terkait
Survei Cyrus Network: Kepuasan Publik terhadap Kabinet Capai 70 Persen
Menteri Tito Perintahkan BNPP Percepat Program Renovasi 15.000 Rumah di Perbatasan
WNA Pakistan Diamankan Imigrasi Tangerang Usai Buat Onar dan Diduga Alami Gangguan Jiwa
Indonesia dan Rusia Jajaki Kerja Sama Pasokan Minyak Mentah dan LPG