Musim kemarau tahun ini bakal beda. Menurut prediksi BMKG, sebagian besar wilayah di Indonesia akan menghadapi periode kering yang lebih panjang dan lebih parah dari biasanya. Puncak kekeringan itu sendiri diproyeksikan bakal terjadi sekitar Agustus 2026 nanti.
Lalu, apa penyebabnya? Lewat akun Instagram @infobmkg, dijelaskan bahwa fenomena El Nino kemungkinan besar akan muncul lagi di semester kedua tahun ini. Singkatnya, El Nino itu adalah kondisi memanasnya suhu permukaan laut di Pasifik bagian tengah dan timur. Efeknya ke Indonesia? Curah hujan biasanya berkurang drastis. Alhasil, musim kemarau pun jadi lebih ekstrem lebih lama dan lebih gersang.
Nah, soal intensitasnya, hingga awal April ini, analisis menunjukkan El Nino yang akan datang itu kemungkinan besar berintensitas lemah sampai menengah. Peluangnya untuk berkembang jadi sangat kuat sih relatif kecil, kurang dari 20 persen. Tapi tetap saja, dampaknya perlu diwaspadai.
Melihat ancaman ini, ada beberapa hal praktis yang bisa kita lakukan dari sekarang untuk berjaga-jaga.
Pertama, soal air. Penggunaannya harus benar-benar dihemat. Setiap tetes jadi berharga saat kemarau panjang melanda.
Kedua, manfaatkan hujan yang masih turun. Tampung airnya di tandon atau embung. Itu bisa jadi cadangan berharga saat puncak kemarau nanti.
Yang ketiga ini penting banget: jangan sekali-kali buka lahan dengan cara dibakar. Di musim kering, api sekecil apapun bisa dengan mudah berubah jadi bencana besar yang sulit dikendalikan.
Artikel Terkait
Survei Cyrus Network: Kepuasan Publik terhadap Kabinet Capai 70 Persen
Menteri Tito Perintahkan BNPP Percepat Program Renovasi 15.000 Rumah di Perbatasan
WNA Pakistan Diamankan Imigrasi Tangerang Usai Buat Onar dan Diduga Alami Gangguan Jiwa
Indonesia dan Rusia Jajaki Kerja Sama Pasokan Minyak Mentah dan LPG