Keluhan ibu-ibu di pasar soal susahnya cari MinyaKita dan harganya yang selangit, rupanya sampai juga ke telinga pimpinan Bulog. Ahmad Rizal Ramdhani, sang Dirut, langsung ambil ancang-ancang. Geraknya cepat, tak mau banyak bicara.
Pekan ini, operasi pasar besar-besaran langsung digelar. Titik awalnya? Ibu Kota. Tujuannya satu: memaksa harga minyak goreng bersubsidi itu balik ke patokan Rp15.700 per liter. Langkah ini diambil usai rapat evaluasi nasional di kantor pusat Bulog, Jakarta, Senin lalu. Rapat itu sendiri adalah respons atas kelangkaan dan harga yang melambung jauh di atas HET.
Biasanya, operasi pasar digerakkan oleh unit daerah. Kali ini beda. Rizal turun langsung, ambil komando. DKI Jakarta sengaja dipilih sebagai langkah pertama, semacam terapi kejut buat pasar yang sedang kalut.
“Nah ini sudah kami tekankan kepada seluruh teman-teman di daerah untuk melaksanakan operasi pasar. Termasuk MinyaKita. Targetnya minggu ini, khusus DKI dulu. Saya sendiri yang akan pimpin dalam satu dua hari ini secepatnya,” tegas Rizal.
Langkah ini tentu punya alasan kuat. Data BPS mencatat beras sebagai penyumbang inflasi, tapi di lapangan, kelangkaan MinyaKita justru bikin panik. Di banyak pasar tradisional, harganya sudah tembus jauh dari angka resmi pemerintah.
Menurut Rizal, rapat evaluasi daring dengan seluruh jajaran wilayah telah berhasil memetakan akar masalah distorsi harga ini. Hasilnya, Bulog kini fokus pada dua front sekaligus: menstabilkan harga beras dan mengembalikan MinyaKita ke harga wajar.
“Langkah ini penting untuk meredam kepanikan masyarakat. Kami pastikan distribusi kembali normal dan tidak ada lagi yang menjual di atas HET,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerak cepat Bulog ini adalah wujud dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pelayanan terbaik lewat stabilisasi harga pangan. Optimisme itu, kata Rizal, berpijak pada keberhasilan Bulog menjaga stabilitas harga di momen-momen krusial sebelumnya, seperti Natal-Tahun Baru dan Ramadan lalu.
Sebelum turun tangan langsung, upaya lain sudah dilakukan. Untuk mengatasi kelangkaan dari hulu, Bulog ternyata sudah mengajukan permintaan tambahan kuota distribusi MinyaKita ke Kementerian Perdagangan. Tujuannya agar suplai lancar dan spekulan kehilangan celah untuk main-main dengan harga.
Dengan turunnya sang Dirut ke lapangan, harapannya jelas. Harga MinyaKita diharapkan bisa kembali ke angka wajar dalam hitungan hari ke depan. Masyarakat pun bisa bernapas lega.
Artikel Terkait
Jerman Hancurkan Finlandia 4-0 dalam Uji Coba Menjelang Piala Dunia 2026
Uruguay Umumkan 26 Pemain Piala Dunia 2026, Luis Suáres Absen
Marco Bezzecchi Menangi MotoGP Italia di Mugello, Aprilia Kunci Posisi 1-2
Mantan Anggota Polri Divonis Seumur Hidup Ditemukan Tewas di Sel Isolasi Lapas Palangka Raya