Keluhan ibu-ibu di pasar soal susahnya cari MinyaKita dan harganya yang selangit, rupanya sampai juga ke telinga pimpinan Bulog. Ahmad Rizal Ramdhani, sang Dirut, langsung ambil ancang-ancang. Geraknya cepat, tak mau banyak bicara.
Pekan ini, operasi pasar besar-besaran langsung digelar. Titik awalnya? Ibu Kota. Tujuannya satu: memaksa harga minyak goreng bersubsidi itu balik ke patokan Rp15.700 per liter. Langkah ini diambil usai rapat evaluasi nasional di kantor pusat Bulog, Jakarta, Senin lalu. Rapat itu sendiri adalah respons atas kelangkaan dan harga yang melambung jauh di atas HET.
Biasanya, operasi pasar digerakkan oleh unit daerah. Kali ini beda. Rizal turun langsung, ambil komando. DKI Jakarta sengaja dipilih sebagai langkah pertama, semacam terapi kejut buat pasar yang sedang kalut.
Langkah ini tentu punya alasan kuat. Data BPS mencatat beras sebagai penyumbang inflasi, tapi di lapangan, kelangkaan MinyaKita justru bikin panik. Di banyak pasar tradisional, harganya sudah tembus jauh dari angka resmi pemerintah.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 2,34% ke 7.675, Analis Waspadai Potensi Koreksi
Tanggul Cisunggalah Jebol, 400 Rumah di Majalaya Terendam Banjir
BPM FH UI Cabut Keanggotaan Terduga Pelaku Pelecehan Seksual
KPK Sita Barang Bukti dari Saksi Kasus Suap Bea Cukai