Di Islamabad, Pakistan, perundingan antara Iran dan Amerika Serikat akhirnya dimulai. Tujuannya jelas: mencari jalan untuk mengakhiri konflik yang berkecamuk di Timur Tengah. Ini bukan pembicaraan biasa, tapi sebuah upaya yang ditunggu-tunggu banyak pihak.
Kabar itu pertama kali dikonfirmasi oleh kantor berita Iran, Fars dan Tasnim. Mereka melaporkan, keputusan untuk memulai negosiasi resmi muncul setelah ada kemajuan dalam pembicaraan pendahuluan. Menurut mereka, ada juga faktor pengurangan serangan oleh apa yang mereka sebut "rezim Zionis" di Beirut selatan, Lebanon sebuah istilah yang jelas merujuk pada Israel.
Tak hanya Fars dan Tasnim, kantor berita Mehr dan Isna juga mengumumkan hal serupa. Pengumuman ini sejalan dengan pernyataan dari kantor Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang dengan tegas menyatakan bahwa pembicaraan perdamaian itu memang sudah "dimulai".
Namun begitu, ada yang menarik dari lokasi pertemuan ini. Semua pembicaraan penting itu berlangsung di Hotel Serena, sebuah hotel mewah bintang lima. Tempat ini dikenal sebagai salah satu bangunan dengan pengamanan paling ketat di seluruh Islamabad.
Pemilihan lokasi ini punya nuansa ironisnya sendiri. Banyak yang menganggapnya agak aneh. Pasalnya, pada 2008 silam, serangan bersenjata terparah di kota ini justru terjadi di Hotel Marriott yang letaknya tidak jauh dari sana. Kenangan kelam itu seolah menjadi bayangan bagi pertemuan yang ingin menciptakan perdamaian ini.
Artikel Terkait
Pemkot Bogor Usung Solusi Regional dengan Rencana Pembangunan PLTSa di Kayumanis
Kemenhaj Tegaskan Prioritas Tetap pada Calon Haji yang Sudah Mengantre
KPK Sita Sepatu Louis Vuitton Rp 129 Juta dalam OTT Bupati Tulungagung
Trump Ancam Iran dengan Penghancuran Total Jelang Perundingan Damai