Nada pernyataan itu terasa mendesak. Malaysia tak cuma mengutuk. Mereka mendorong komunitas internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, untuk bertindak. Langkah tegas dan meminta pertanggungjawaban Israel dinilai sangat mendesak. Tanpa itu, pelanggaran akan terus berulang.
Di sisi lain, pemerintah Malaysia juga menekankan satu hal: komitmen mereka untuk rakyat Palestina tidak akan goyah. Mereka tegaskan lagi dukungan pada perjuangan sah untuk memperoleh hak-hak yang seharusnya tidak bisa dicabut siapapun.
Solusi akhirnya pun jelas. Malaysia kembali menyerukan dibentuknya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh. Basisnya adalah perbatasan sebelum tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Itu, bagi mereka, adalah jalan menuju perdamaian yang sebenarnya.
Artikel Terkait
Pemkot Bogor Usung Solusi Regional dengan Rencana Pembangunan PLTSa di Kayumanis
Kemenhaj Tegaskan Prioritas Tetap pada Calon Haji yang Sudah Mengantre
KPK Sita Sepatu Louis Vuitton Rp 129 Juta dalam OTT Bupati Tulungagung
Trump Ancam Iran dengan Penghancuran Total Jelang Perundingan Damai