Iran Setujui Gencatan Senjata Dua Pekan, Perundingan Damai dengan AS Segera Dimulai di Islamabad

- Sabtu, 11 April 2026 | 18:45 WIB
Iran Setujui Gencatan Senjata Dua Pekan, Perundingan Damai dengan AS Segera Dimulai di Islamabad

SNSC kemudian mengumumkan, jalur pelayaran aman di Selat Hormuz akan dibuka selama dua pekan. Itu imbalannya, sementara gencatan senjata dari AS dan Israel berlaku dan perundingan damai berjalan. Menariknya, sejumlah laporan menyebut China punya peran penting di balik layar, meyakinkan Iran untuk menerima tawaran Pakistan.

Nafas bagi Warga yang Lelah

Di sisi lain, gencatan senjata ini seperti oksigen bagi warga biasa. Perang 40 hari telah meninggalkan kehancuran yang sangat besar.

Aktivis hak asasi manusia melaporkan lebih dari 3.000 orang tewas. Ancaman Presiden AS Donald Trump soal korban jiwa yang bisa bertambah pun sempat menggantung. Bahkan di kalangan garis keras sendiri, pelan-pelan muncul kesadaran bahwa jalan buntu harus segera diakhiri sebelum infrastruktur vital Iran hancur berantakan.

Beberapa jam sebelum gencatan senjata diumumkan, Ketua Mahkamah Agung Iran yang berhaluan keras, Gholamhossein Mohseni Ejei, sudah memberi sinyal. Di televisi pemerintah, ia mengatakan negara sedang mencari cara mengakhiri perang tanpa kehilangan muka. Pernyataannya sebenarnya menggemakan tulisan mantan Menteri Luar Negeri moderat, Mohammad Javad Zarif, di Foreign Affairs beberapa hari sebelumnya.

SNSC sendiri menggambarkan kesepakatan ini sebagai sebuah kemenangan diplomatik Iran. Mereka menyerukan pendukung rezim untuk tetap bersatu.

Menurut media Iran, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf akan memimpin delegasi di Islamabad. Ia akan berhadapan langsung dengan Wakil Presiden AS JD Vance. Ini sendiri sudah sebuah penyimpangan besar. Negosiasi langsung dengan AS selalu diharamkan di era pemimpin sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Israel akhir Februari lalu. Kontak langsung ini rupanya sudah dapat lampu hijau dari pemimpin baru, yang tak lain adalah putra Khamenei.

Meski gencatan senjata sudah berlaku, jalan menuju perdamaian tetap panjang dan berliku. Perang bisa saja menyala kembali jika perundingan di Islamabad mentok. Dan anehnya, kemungkinan itu justru dinanti-nanti oleh sebagian warga Iran yang mendukung perang. Bagi mereka, konflik adalah satu-satunya jalan meruntuhkan rezim yang mereka anggap keji.

Tapi bagi kebanyakan orang di jalanan, dua pekan tanpa sirene serangan dan ledakan adalah anugerah. Sebuah jeda singkat dari kematian dan kehancuran yang sudah terlalu lama menyelimuti hidup mereka.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar