Putin Siap Turun Tangan Redakan Ketegangan AS-Iran, Peringatkan Dampak Global

- Sabtu, 04 April 2026 | 06:15 WIB
Putin Siap Turun Tangan Redakan Ketegangan AS-Iran, Peringatkan Dampak Global

Donald Trump kini bersikap berbeda. Presiden AS itu menyatakan akan menghancurkan Iran, sebuah ancaman yang langsung mengubah peta ketegangan di Timur Tengah. Menanggapi eskalasi ini, Vladimir Putin tampaknya tak mau tinggal diam. Pemimpin Rusia itu siap turun tangan.

Menurut laporan Al Jazeera, Jumat lalu, kesiapan Putin disampaikan langsung kepada Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty. Intinya, dia ingin konflik yang memanas ini segera berakhir.

"Kita semua berharap konflik yang sedang berlangsung ini segera diselesaikan," ujar Putin dalam pertemuannya di Kremlin.

"Seperti yang Anda ketahui, Presiden Trump juga membahas masalah ini kemarin."

Putin tak cuma berharap. Dia menegaskan kembali komitmen Rusia. "Izinkan saya menegaskan bahwa kami siap melakukan segala upaya untuk membantu menstabilkan situasi," tegasnya. Tujuannya, katanya, untuk mengembalikan keadaan ke kondisi normal seperti sedia kala.

Semua ini berawal dari serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Serangan skala besar itu menyasar Iran dan terus berlanjut hingga sekarang. Korban jiwa dilaporkan mencapai sedikitnya 1.340 orang, tersebar di berbagai wilayah Iran. Yang mengerikan, pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, juga termasuk di antara yang tewas.

Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menghujani Israel dan sejumlah negara Teluk yang diketahui menampung aset militer AS dengan rudal dan drone.

Dampaknya Bisa Setara Pandemi

Di sisi lain, Putin punya peringatan serius. Dia menyebut beberapa pihak mulai membandingkan dampak perang ini dengan pandemi COVID-19 yang sempat melumpuhkan dunia enam tahun silam. Bayangkan saja.

Menurutnya, konsekuensi konflik ini benar-benar sulit diprediksi. Tapi yang sudah terasa sekarang, kerusakan signifikan pada logistik global, produksi, dan rantai pasokan. Sektor-sektor krusial seperti hidrokarbon, logam, dan pupuk juga mendapat tekanan hebat.

"Konsekuensi dari konflik di Timur Tengah masih sulit diprediksi secara akurat," kata Putin saat berbicara di hadapan para eksekutif bisnis di Moskow.

"Sudah ada perkiraan bahwa konsekuensinya dapat dibandingkan dengan epidemi virus korona."

Sebuah perbandingan yang suram, dan cukup untuk membuat siapa pun merenung.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar