Donald Trump kini bersikap berbeda. Presiden AS itu menyatakan akan menghancurkan Iran, sebuah ancaman yang langsung mengubah peta ketegangan di Timur Tengah. Menanggapi eskalasi ini, Vladimir Putin tampaknya tak mau tinggal diam. Pemimpin Rusia itu siap turun tangan.
Menurut laporan Al Jazeera, Jumat lalu, kesiapan Putin disampaikan langsung kepada Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty. Intinya, dia ingin konflik yang memanas ini segera berakhir.
"Kita semua berharap konflik yang sedang berlangsung ini segera diselesaikan," ujar Putin dalam pertemuannya di Kremlin.
"Seperti yang Anda ketahui, Presiden Trump juga membahas masalah ini kemarin."
Putin tak cuma berharap. Dia menegaskan kembali komitmen Rusia. "Izinkan saya menegaskan bahwa kami siap melakukan segala upaya untuk membantu menstabilkan situasi," tegasnya. Tujuannya, katanya, untuk mengembalikan keadaan ke kondisi normal seperti sedia kala.
Semua ini berawal dari serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Serangan skala besar itu menyasar Iran dan terus berlanjut hingga sekarang. Korban jiwa dilaporkan mencapai sedikitnya 1.340 orang, tersebar di berbagai wilayah Iran. Yang mengerikan, pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, juga termasuk di antara yang tewas.
Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menghujani Israel dan sejumlah negara Teluk yang diketahui menampung aset militer AS dengan rudal dan drone.
Artikel Terkait
Target Pertumbuhan 5,4% Terancam Gejolak Harga Minyak dan Defisit APBN
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Lokasi Hari Ini untuk Perpanjangan SIM
Dubes Iran Temui Megawati, Sampaikan Pesan Soal Peran PBB di Tengah Konflik
BMKG Peringatkan El Nino Godzilla, Lahan Gambut Jadi Fokus Mitigasi